Panen Raya Jagung, BAZNAS RI Dorong Penguatan Sektor Pangan Berbasis Zakat

  • Bagikan

SUARAINDO.ID ——- Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc, menegaskan pentingnya penguatan sektor pangan nasional melalui pemanfaatan zakat yang produktif.

Hal itu disampaikannya saat melakukan panen raya jagung di Desa Gunung Malang Kecamatan Pringgabaya Kabuoaten Lombok Timur, kamis 23 April 2026.

‎Menurut Sodik, Indonesia memiliki potensi besar di sektor pangan yang belum sepenuhnya dikelola secara optimal.

‎Sodik mencontohkan bagaimana negara lain mampu memasok kebutuhan pangan jamaah haji di Arab Saudi, seperti Thailand dan Brasil, sementara Indonesia yang memiliki kedekatan kultur dan sumber daya alam melimpah belum mengambil peran maksimal.

‎“Kita seharusnya bisa menjadi pemasok kebutuhan pangan dunia, termasuk untuk jamaah haji. Potensi itu ada, tetapi belum dikelola secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, terutama pada pengolahan pascapanen,” ujarnya.

‎Sodik mengingatkan kembali kejayaan sektor pertanian pada masa pemerintahan Presiden Soeharto melalui program Panca Usaha Tani serta penguatan koperasi desa (KUD) yang saat itu menjadi tulang punggung ekonomi pedesaan.

‎Sodik juga mengapresiasi arah kebijakan Presiden saat ini, yang menempatkan pangan, air bersih, dan energi sebagai prioritas pembangunan nasional.

Menurutnya, tiga sektor tersebut merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dijaga agar tidak menjadi sumber persoalan di masa depan.

‎Dalam konteks itu, BAZNAS memandang zakat tidak hanya sebagai instrumen bantuan sosial, tetapi juga sebagai modal produktif untuk mendorong kesejahteraan umat melalui sektor riil, khususnya pertanian.

‎Dana zakat yang diamanahkan untuk pengembangan hamparan jagung di Lombok Timur adalah bentuk kepercayaan umat.

Amanah ini harus dikelola dengan dukungan pemerintah, agar benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.

‎Sodik menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur atas dukungan yang diberikan, mulai dari pengamanan lahan, pendampingan, hingga perlindungan petani melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

‎Sodik berharap para petani dapat memanfaatkan program tersebut secara optimal, agar kesejahteraan keluarga meningkat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

‎Jika potensi ini digarap serius dengan teknologi pertanian yang baik, serta penguatan pascapanen, maka dampaknya bukan hanya untuk petani, tetapi bagi kesejahteraan masyarakat Lombok Timur secara keseluruhan.

Penulis: nanangEditor: Redaksi
  • Bagikan