Suaraindo.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres berharap Selat Hormuz dapat kembali ke keadaan semula (status quo ante), kata juru bicara (jubir) Guterres pada Jumat (26/6).
Logo Xinhua News
Ketika ditanya dalam sebuah taklimat pers harian tentang harapan Guterres agar Selat Hormuz kembali seperti sebelum pecahnya konflik Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran, Stephane Dujarric, sang jubir, mengatakan: "Saya pikir kita harus tetap bertekad. Selat Hormuz, sebelum konflik ini pecah, sebenarnya berfungsi dengan baik, bukan? Jadi, kita tahu selat itu dapat berfungsi, dan kita harus kembali ke kondisi itu."
Dujarric mengatakan PBB menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara AS dan Iran, yang mencakup isu Selat Hormuz. PBB juga menyampaikan bahwa penting bagi semua pihak untuk menghormati komitmen mereka, imbuh Dujarric.
"Kami sangat ingin melihat pembukaan kembali Selat Hormuz secara berkelanjutan, berdasarkan konsep kebebasan navigasi," ujar Dujarric. "Penting bagi semua pihak yang terlibat untuk tetap berfokus pada kepentingan yang lebih besar, yakni kepentingan bersama berupa stabilitas regional, kepentingan bersama berupa stabilitas global."
Selat Hormuz, jalur pelayaran energi terpenting di dunia, sebelumnya terbuka dan bebas biaya sebelum Israel dan AS melancarkan serangan terhadap Iran dan membunuh puluhan pemimpin tertinggi Iran pada 28 Februari.
Selat tersebut ditutup oleh Iran segera setelah serangan Israel-AS, dan biaya diberlakukan terhadap lalu lintas pelayaran yang terbatas. Setelah penandatanganan MoU pada pertengahan Juni, selat tersebut dibuka, tetapi ditutup kembali setelah Israel melanjutkan serangan di Lebanon selatan, melanggar MoU tersebut. [Xinhua]