– Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, memimpin upacara pelepasan purna tugas Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–Malaysia sekaligus pemusnahan barang bukti ilegal hasil operasi selama masa penugasan di Lapangan Tidayu, Makodam XII/Tanjungpura, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (6/7/2026).
Upacara tersebut menjadi tanda berakhirnya masa tugas personel Satgas Pamtas dari Yonarhanud 1/Purwa Bajra Cakti Kostrad dan Yonkav 3/Andaka Cakti yang telah menjalankan misi pengamanan wilayah perbatasan RI–Malaysia selama kurang lebih 12 bulan.
Selanjutnya, tugas menjaga kedaulatan negara di kawasan perbatasan akan diteruskan oleh Satgas Pamtas dari Yonarmed 13/Nanggala dan Yonarmed 19/Bogani.
Dalam rangkaian kegiatan itu, Pangdam XII/Tanjungpura juga memimpin pemusnahan berbagai barang bukti ilegal hasil pengungkapan dan penindakan Satgas Pamtas selama bertugas. Pemusnahan tersebut disaksikan oleh sejumlah unsur terkait, mulai dari TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepolisian, Kejaksaan, Bea Cukai, hingga Imigrasi.
Adapun barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari narkotika jenis sabu seberat 55.352,9 gram, ganja seberat 12.169,5 gram beserta dua linting, serta 30 butir ekstasi.
Selain itu, turut dimusnahkan 52 pucuk senjata api rakitan yang terdiri dari 17 pucuk lantak, 30 pucuk bowmen, dan lima pucuk pistol. Barang bukti lainnya yakni 51 butir munisi bowmen, satu butir munisi mortir, sisik trenggiling seberat 1,598 kilogram, serta 312 botol minuman keras ilegal.
Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito mengatakan, pengamanan wilayah perbatasan darat RI–Malaysia merupakan tugas strategis yang membutuhkan perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kedaulatan negara.
"Hari ini kita melaksanakan pemusnahan barang-barang bukti yang menjadi hasil dari penugasan Satgas, serta dukungan dari stakeholder yang ada. Ini sebagai bentuk komitmen kita dalam pelaksanaan tugas pengamanan perbatasan bahwa wilayah perbatasan memerlukan perhatian dan atensi, terutama dari aspek kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Pangdam.
Menurutnya, kawasan perbatasan memiliki tingkat kerawanan tinggi karena dapat menjadi jalur masuk berbagai aktivitas kejahatan lintas negara atau transnational crime.
"Tentunya kita harus menjaga teritorial yang ada, karena itu adalah salah satu pintu masuknya kegiatan-kegiatan transnational crime, seperti narkoba, hewan langka, minuman keras, maupun ilegal lainnya," katanya.
Pangdam menilai keberhasilan pengungkapan berbagai barang ilegal tersebut tidak terlepas dari kerja sama dan sinergi antara TNI dengan kementerian maupun lembaga terkait. Kolaborasi lintas instansi menjadi kunci dalam memperkuat pengawasan serta menjaga keamanan wilayah perbatasan.
Ia memastikan kegiatan pengamanan perbatasan akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen menjaga keutuhan wilayah NKRI.
"Kegiatan ini akan terus berlanjut selama kegiatan pamtas maupun selama NKRI ini ada. Kita terus melaksanakan pengamanan wilayah perbatasan, khususnya wilayah sektor darat. Tentunya di wilayah-wilayah lain juga akan menjadi atensi sesuai dengan matra masing-masing, baik AL maupun AU, yang ikut mendukung dari kementerian/lembaga terkait," pungkas Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito.
Kegiatan tersebut menjadi momentum pergantian tugas antar-Satgas Pamtas sekaligus mempertegas komitmen Kodam XII/Tanjungpura bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga perbatasan negara dan memberantas berbagai bentuk kejahatan lintas negara yang berpotensi mengancam keamanan Indonesia.[SK]
