Musyawarah IKAMUBA Tetapkan Apriyadi sebagai Ketua Periode 2026–2030

Editor: Nisa author photo

Dr. H. Apriyadi, M.Si., saat memberikan sambutan usai terpilih sebagai Ketua IKAMUBA 2026-2030 (SuaraIndo.id/Dok)

SuaraIndo.id
– Musyawarah Ikatan Keluarga Musi Banyuasin (IKAMUBA) menetapkan Dr. H. Apriyadi, M.Si. sebagai Ketua IKAMUBA periode 2026–2030. Keputusan tersebut dihasilkan melalui musyawarah yang berlangsung di Karang Anyar Room, Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Sabtu (4/7/2026), setelah berakhirnya masa bakti kepengurusan sebelumnya.

Forum yang dihadiri tokoh masyarakat, pengurus, dan perwakilan warga Musi Banyuasin dari berbagai kecamatan itu menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan komitmen untuk memperkuat peran IKAMUBA sebagai wadah pemersatu masyarakat Musi Banyuasin yang berdomisili di Palembang dan sekitarnya.

Usai ditetapkan sebagai ketua, Apriyadi menyampaikan bahwa amanah tersebut akan dijalankan dengan semangat pengabdian serta mengedepankan kebersamaan. Menurutnya, IKAMUBA harus menjadi organisasi yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya.

"Organisasi ini bukan milik seorang ketua, tetapi milik seluruh masyarakat Musi Banyuasin. Karena itu saya mengajak seluruh keluarga besar IKAMUBA untuk bersama-sama membangun organisasi ini. Amanah ini hanya dapat dijalankan dengan dukungan, kebersamaan, dan semangat gotong royong," katanya.

Apriyadi menegaskan bahwa IKAMUBA merupakan organisasi paguyuban yang berdiri di atas nilai persaudaraan dan kekeluargaan, sehingga tidak boleh terseret dalam kepentingan politik praktis.

"IKAMUBA bukan organisasi politik. Rumah besar ini harus menjadi tempat mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, dan saling membantu antarsesama warga Musi Banyuasin," ujarnya.

Ia menambahkan, IKAMUBA harus mampu merangkul seluruh masyarakat Musi Banyuasin tanpa memandang asal kecamatan.

"Ketika kita berbicara tentang IKAMUBA, maka yang kita maksud adalah seluruh masyarakat Musi Banyuasin. Bukan hanya Sekayu, Lais, atau Sanga Desa, tetapi juga Bayung Lencir, Tungkal Jaya, Lawang Wetan, hingga seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Musi Banyuasin."

Sebagai langkah awal, Apriyadi meminta waktu selama sepekan untuk menyusun kepengurusan baru. Struktur organisasi yang akan dibentuk, katanya, mengakomodasi unsur pendiri, tokoh masyarakat, generasi muda, serta berbagai profesi agar IKAMUBA memiliki kepengurusan yang kuat dan representatif.

Setelah kepengurusan terbentuk, organisasi akan menggelar rapat kerja untuk menyusun program prioritas yang berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat Musi Banyuasin di perantauan.

Menurut Apriyadi, pembenahan kelembagaan menjadi fondasi utama sebelum menjalankan berbagai program. Karena itu, kepengurusan baru akan memprioritaskan penataan sekretariat, pembaruan administrasi organisasi, pendataan aset, serta penguatan sistem komunikasi melalui platform digital agar koordinasi antarpengurus dan anggota berlangsung lebih efektif.

Selain memperkuat organisasi, IKAMUBA juga diarahkan menjadi wadah yang mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat Musi Banyuasin di Palembang.

Salah satu program yang tengah dikaji adalah penyediaan rumah singgah bagi warga Musi Banyuasin yang menjalani pengobatan di Palembang. Menurut Apriyadi, tidak sedikit masyarakat dari daerah yang datang untuk berobat dengan keterbatasan biaya sehingga keluarga pasien membutuhkan tempat tinggal sementara selama proses pengobatan berlangsung.

"Ini memang belum bisa diwujudkan dalam waktu dekat, tetapi menjadi cita-cita bersama. Jika organisasi semakin kuat dan memiliki kemampuan yang memadai, rumah singgah dapat menjadi bentuk pelayanan sosial yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.

Selain itu, IKAMUBA juga akan membangun basis data warga Musi Banyuasin di Palembang untuk mempermudah koordinasi kegiatan sosial, penyaluran bantuan, maupun pendampingan ketika ada warga yang mengalami musibah.

Apriyadi menilai, organisasi paguyuban harus hadir bukan hanya saat menggelar kegiatan seremonial, melainkan juga ketika anggotanya menghadapi persoalan kehidupan.

"Yang sudah baik akan kita lanjutkan. Yang masih kurang akan kita benahi. Dan yang belum ada akan kita bangun bersama. Saya ingin IKAMUBA menjadi organisasi yang selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan."

Musyawarah tersebut sekaligus menandai dimulainya babak baru perjalanan IKAMUBA. Di bawah kepemimpinan Apriyadi, organisasi diharapkan semakin solid sebagai wadah silaturahmi masyarakat Musi Banyuasin di perantauan, sekaligus mampu menjalankan fungsi sosial melalui berbagai program yang berdampak langsung bagi anggotanya.

Dengan mengusung semangat kebersamaan dan gotong royong, kepengurusan baru menargetkan IKAMUBA tidak hanya menjadi organisasi yang aktif menyelenggarakan kegiatan kekeluargaan, tetapi juga tumbuh sebagai institusi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat Musi Banyuasin, memperkuat jejaring antarsesama perantau, serta menjadi mitra strategis dalam pembangunan sumber daya manusia dan daerah. (NS) 

Share:
Komentar

Berita Terkini