Pekan Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXII, Wagub Kalbar Apresiasi Pelestarian Budaya Dayak

Editor: Redaksi author photo

Pekan Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXII
Suaraindo.id – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, secara resmi membuka Pekan Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi ke-22 Tahun 2026 di Kabupaten Sanggau. Kegiatan budaya tahunan tersebut menjadi momentum penting dalam menjaga dan melestarikan warisan adat serta mempererat persatuan masyarakat Dayak di Kalimantan Barat.

Dalam sambutannya, Krisantus Kurniawan menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat Sanggau yang dinilai konsisten mempertahankan nilai-nilai adat dan budaya leluhur di tengah perkembangan zaman.

“Saya bangga sekali hari ini bisa membuka secara resmi Pekan Gawai Dayak Nosu Minu Podi ke-22 di Kabupaten Sanggau. Apresiasi setinggi-tingginya untuk masyarakat Sanggau yang terus konsisten merawat adat dan melestarikan budaya leluhur,” ujarnya.

Menurut Krisantus, Gawai Dayak tidak hanya dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh masyarakat, tetapi juga menjadi simbol persaudaraan, kebersamaan, dan keharmonisan yang memperkuat ikatan sosial antarwarga.

“Gawai ini bukan cuma bentuk rasa syukur atas hasil panen, tapi juga simbol kebersamaan dan keharmonisan kita di Kalimantan Barat,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa keberlangsungan tradisi budaya seperti Gawai Dayak memiliki peran penting dalam menjaga identitas daerah sekaligus memperkuat nilai-nilai kebhinekaan yang menjadi kekuatan masyarakat Kalimantan Barat.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan mewariskan tradisi yang telah diwariskan para leluhur. Selain itu, ia mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam membangun daerah dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

“Selamat merayakan Gawai Dayak ke-22. Mari bersama kita jaga tradisi dan bangun daerah yang kita cintai ini,” pungkasnya.

Pekan Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXII Tahun 2026 diharapkan menjadi wadah pelestarian budaya, mempererat tali persaudaraan antarmasyarakat, serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kekayaan budaya Dayak sebagai bagian dari identitas Kalimantan Barat. [man]


Share:
Komentar

Berita Terkini