![]() |
| Tim Mannennungeng dan PPMU-PPUPIK Unhas Gelar Pelatihan Pakan Fitobiotik di Bone |
Kegiatan selama dua hari tersebut membekali para peternak dengan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan fitobiotik sebagai bahan aditif pakan alami yang berasal dari tanaman herbal. Selain mendapatkan materi teori, peserta juga mengikuti praktik langsung meracik pakan fungsional yang dinilai mampu meningkatkan kesehatan ternak, menekan biaya produksi, serta menghasilkan produk peternakan yang lebih sehat dan ramah lingkungan.
Pelatihan menghadirkan sejumlah akademisi Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin sebagai narasumber, yakni Prof. Dr. Ir. Sri Purwanti, S.Pt., M.Si., IPU., ASEAN Eng., Prof. Dr. Ir. Jasmal A. Syamsu, M.Si., IPU., ASEAN Eng., selaku Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Peternakan dan Hewan Tropika (Puslitbang Sentro) Universitas Hasanuddin, serta Ichlasul Amal, S.Pt., M.Si. Ketiganya memberikan pendampingan teknis mengenai formulasi pakan yang efisien, berkualitas, dan memiliki nilai tambah bagi usaha peternakan rakyat.
Selain itu, kegiatan juga melibatkan dunia usaha melalui kehadiran Hasbi Ashshiddiqy, S.Kom., pemilik PT Sitinrola Organik Indonesia. Ia memaparkan peluang pasar produk peternakan berbasis organik sekaligus pentingnya membangun kemitraan usaha agar peternak memiliki akses pemasaran yang lebih luas.
Prof. Sri Purwanti mengapresiasi antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan. Menurutnya, pemanfaatan fitobiotik merupakan solusi alami yang tidak hanya meningkatkan kesehatan ayam, tetapi juga mampu menekan biaya pakan yang selama ini menjadi komponen terbesar dalam usaha peternakan.
"Fitobiotik adalah solusi alami yang dapat meningkatkan kesehatan ayam sekaligus menekan biaya pakan. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, saya yakin peternak di Bone mampu menghasilkan produk unggulan yang sehat dan bernilai jual tinggi," ujarnya.
Sementara itu, Prof. Jasmal A. Syamsu menekankan pentingnya penerapan konsep circular farming atau pertanian dan peternakan sirkular sebagai sistem usaha yang berkelanjutan.
"Saya mengapresiasi inisiasi teman-teman dari Tim Mannennungeng yang telah menjalankan konsep sirkular farming dengan baik, yaitu dari petani ke peternak dan dari peternak kembali ke petani. Limbah pertanian dapat diolah menjadi pakan ternak, sementara kotoran ternak dapat dikembalikan ke lahan sebagai pupuk organik. Ini adalah siklus yang saling menguntungkan dan berkelanjutan. Kolaborasi seperti ini harus terus didorong dan menjadi contoh bagi daerah lain," katanya.
Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S., mengatakan kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan mitra usaha menjadi faktor penting dalam meningkatkan dampak program pemberdayaan masyarakat.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim PPMU-PPUPIK Fakultas Peternakan LPPM Unhas, para profesor dan dosen, serta PT Sitinrola Organik Indonesia yang telah berkolaborasi dengan kami. Sinergi ini membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat akan lebih berdampak ketika dilakukan bersama-sama. Ilmu yang diberikan sangat bermanfaat dalam mengurangi ketergantungan peternak terhadap pakan komersial yang mahal sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas," ujarnya.
Komitmen mendukung pengembangan peternakan rakyat juga disampaikan Hasbi Ashshiddiqy. Menurutnya, PT Sitinrola Organik Indonesia siap menjadi mitra pendamping sekaligus membuka akses pemasaran bagi produk peternakan sehat yang dihasilkan kelompok sasaran di Desa Kajaolaliddong.
"Kami melihat potensi besar dari kelompok sasaran di Desa Kajaolaliddong. PT Sitinrola Organik Indonesia siap mendampingi dan menjadi mitra pemasaran bagi produk peternakan sehat yang dihasilkan. Kami percaya kolaborasi ini akan menguntungkan kedua belah pihak dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," ungkapnya.
Ketua P4S Lamellong, Burhanuddin, menyambut baik pelatihan tersebut. Ia mengaku selama ini kelompoknya masih menggunakan pakan sederhana sehingga kehadiran pelatihan memberikan pengetahuan baru mengenai pembuatan pakan yang lebih sehat, murah, dan efisien.
"Sebagai pengelola P4S, kami sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Kini kami mengetahui cara membuat pakan yang lebih sehat dan murah. Ilmu ini akan menjadi bagian dari kurikulum pelatihan di P4S Lamellong, terlebih kini kami juga memiliki mitra usaha yang siap menampung hasil ternak," katanya.
Pelatihan dan demonstrasi produksi pakan fitobiotik ini menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan hasil riset perguruan tinggi, pendampingan mahasiswa, serta dukungan dunia usaha. Melalui program tersebut, kelompok peternak diharapkan mampu memproduksi pakan fungsional secara mandiri, meningkatkan produktivitas usaha, serta memperluas akses pasar guna mendorong kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bone. [tim]
(1).jpeg)