Suaraindo.id – Warga Kelurahan Sungai Pinyuh, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, digegerkan dengan ditemukannya seorang pria berinisial ZAM (29) dalam kondisi meninggal dunia di Warung Kopi Hidayah II, Jalan Raya Jurusan Pontianak, Senin (6/7/2026) dini hari.
Jenazah ZAM saat dilakukan pemeriksaan luar oleh tim medis Puskesmas Rawat Inap Sungai Pinyuh, Senin (6/7/2026).
Korban yang diketahui merupakan warga Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah, diduga meninggal dunia akibat gantung diri. Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 00.15 WIB setelah seorang karyawati warung kopi berinisial IL menemukan korban dalam kondisi tergantung di area tangga antara lantai satu dan lantai dua bangunan.
Sebelum ditemukan meninggal, ZAM diketahui datang ke warung kopi tersebut sekitar pukul 23.00 WIB, Minggu (5/7/2026). Saat itu korban memesan segelas susu dan kemudian duduk seorang diri di dalam ruangan.
Sekitar satu jam kemudian, IL yang diketahui merupakan kekasih korban hendak menuju toilet. Namun, ia mendapati korban sudah tidak berada di tempat duduknya. Sementara telepon genggam, rokok, dan minuman milik korban masih tertinggal di atas meja.
Saat melintas di area tangga menuju toilet, IL kemudian melihat korban dalam kondisi tergantung. Ia langsung berteriak meminta bantuan kepada pengunjung dan karyawan warung kopi lainnya.
Korban sempat diturunkan oleh orang-orang di sekitar lokasi dengan harapan dapat diberikan pertolongan. Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.
Mendapat laporan kejadian tersebut, personel Polsek Sungai Pinyuh yang dipimpin IPTU Iswandi bersama anggota piket fungsi langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan kain sepanjang sekitar 150 sentimeter yang diduga digunakan korban untuk menggantung diri. Kain tersebut diketahui merupakan sobekan kain gorden yang dilipat menjadi empat bagian dan telah dipotong saat proses evakuasi.
Polisi juga menemukan sejumlah barang di sekitar lokasi, di antaranya sepasang sandal milik korban serta cairan yang diduga merupakan urine.
Berdasarkan keterangan saksi, korban dan IL telah menjalin hubungan asmara selama kurang lebih satu tahun. Namun, hubungan keduanya belakangan disebut sedang mengalami masalah.
Sebelum kejadian, korban diketahui beberapa kali menghubungi IL melalui telepon dan pesan WhatsApp. Namun, komunikasi tersebut belum mendapat respons karena IL sedang bekerja melayani pelanggan.
Kepada petugas, IL juga menyampaikan bahwa korban sebelumnya pernah beberapa kali mengungkapkan ancaman untuk mengakhiri hidup saat terjadi pertengkaran.
Hasil pemeriksaan luar oleh dokter dari Puskesmas Sungai Pinyuh menunjukkan adanya bekas jeratan melingkar pada leher korban, lidah terjulur dan tergigit, serta tanda keluarnya urine. Pemeriksaan medis juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban yang mengarah pada dugaan tindak pidana.
Pihak keluarga korban telah menyatakan menolak dilakukan autopsi dan menandatangani surat pernyataan penolakan. Keluarga menerima hasil pemeriksaan awal yang menyimpulkan korban meninggal dunia akibat dugaan gantung diri.
Hingga kini, Polsek Sungai Pinyuh masih melakukan pendalaman dengan menggelar olah TKP, meminta keterangan sejumlah saksi, serta mengumpulkan barang bukti untuk memastikan kronologi lengkap peristiwa tersebut.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk segera mencari bantuan dan berbicara dengan orang terdekat apabila mengalami tekanan berat atau muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri.[SK]