Suaraindo.id – Sebuah rumah warga yang berada di bantaran Sungai Kapuas, tepatnya di Jalan Kom Yos Soedarso, Gang Sapraja Jalur 5, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, ambruk secara mendadak pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Kondisi rumah Hairiah (49) bantaran Sungai Kapuas, tepatnya di Jalan Kom Yos Soedarso, Gang Sapraja Jalur 5, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, ambruk.
Meski bangunan runtuh dalam hitungan detik, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Dua penghuni yang berada di dalam rumah saat kejadian berhasil menyelamatkan diri dan keluar dari bangunan sebelum seluruh bagian rumah roboh.
Korban selamat, Hairiah (49), menceritakan bahwa saat kejadian dirinya sedang berada di ruang tamu merapikan sarung bantal, sementara anaknya berada di dalam kamar. Tanpa adanya tanda-tanda yang mencurigakan sebelumnya, rumah yang mereka tempati tiba-tiba ambruk.
“Kami berdua ada di dalam rumah. Anak saya di kamar, saya di ruang tamu. Tiba-tiba rumah langsung ambruk,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Suara keras dari runtuhnya bangunan sontak mengundang perhatian warga sekitar. Kepanikan sempat terjadi ketika anak Hairiah yang berada di kamar berteriak meminta pertolongan. Warga yang mendengar suara tersebut segera berdatangan ke lokasi untuk membantu proses evakuasi.
Tak lama berselang, sejumlah relawan juga tiba di lokasi guna memastikan kondisi penghuni rumah dalam keadaan selamat serta membantu mengamankan area sekitar bangunan yang roboh.
Hairiah mengungkapkan bahwa dirinya bersama suami berasal dari Kabupaten Kayong Utara. Suaminya lebih dahulu merantau ke Pontianak pada November tahun lalu, sementara dirinya menyusul sebulan kemudian.
Rumah yang ambruk tersebut bukan milik mereka, melainkan milik kerabat yang dipinjamkan untuk ditempati sementara karena dalam kondisi kosong.
“Kami tidak pernah menyangka rumah ini akan ambruk. Namanya musibah, datangnya tidak bisa diprediksi,” tuturnya dengan nada sedih.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan kerentanan bangunan yang berada di kawasan bantaran sungai, terutama yang telah berusia tua atau berdiri di atas struktur tanah yang mengalami penurunan. Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka serius.
Hingga Rabu petang, warga bersama relawan masih berada di lokasi untuk membantu membersihkan material bangunan dan mengamankan barang-barang milik penghuni yang masih dapat diselamatkan.[SK]