Tak Hanya Teori, Tim Mannennungeng dan Abrahan Latih Petani Bone Olah Limbah Jadi Pupuk dan Pakan

Editor: Redaksi author photo

Tim Mannennungeng dan Abrahan Latih Petani Bone Olah Limbah Jadi Pupuk dan Pakan
Suaraindo.id – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin terus mendorong penguatan kapasitas petani melalui pendekatan yang aplikatif. Melalui program Pabbura Mannennungeng, tim menggelar pelatihan pengolahan limbah pertanian dan peternakan di Aula P4S Lamellong, Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone, Selasa (7/7/2026).

Berbeda dengan pelatihan pada umumnya yang didominasi penyampaian materi, kegiatan ini menitikberatkan pada praktik lapangan. Para peserta yang terdiri atas petani dan peternak binaan diajak mempraktikkan secara langsung teknik mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomis di bawah bimbingan Abrahan, S.ST., M.Si., Penyuluh Pertanian Ahli Madya Kementerian Pertanian RI.

Sejak pagi, peserta mengikuti setiap tahapan pengolahan limbah, mulai dari pembuatan pupuk organik bokashi berbahan dasar kotoran ternak menggunakan Tumbling Composter hingga pembuatan pakan fermentasi silase dari limbah jerami. Seluruh proses dilakukan secara sistematis, mulai dari pencampuran bahan, proses fermentasi, hingga pengecekan kualitas hasil akhir.

Abrahan yang juga merupakan Asesor Kompetensi Bidang Penyuluhan Pertanian serta Instruktur Ternak Organik menegaskan bahwa praktik langsung menjadi faktor penting agar teknologi tepat guna dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

"Teori penting, tetapi tanpa praktik, ilmu hanya akan menjadi hafalan. Saya sengaja membawa peserta untuk menyentuh, mencampur, dan merasakan sendiri prosesnya. Dengan begitu, mereka percaya diri untuk menerapkannya di kandang dan lahan masing-masing," ujarnya di sela-sela sesi praktik.

Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Universitas Hasanuddin Tahun 2026, Fadel Muhammad S., mengatakan pihaknya memang merancang pelatihan dengan porsi praktik yang lebih besar agar peserta memperoleh pengalaman nyata.

"Kami sengaja merancang pelatihan ini dengan porsi praktik yang besar. Petani dan peternak tidak hanya mendengar, tetapi juga melakukan. Ini yang membuat mereka antusias dan lebih mudah memahami setiap tahapan pengolahan limbah," katanya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya menyaksikan demonstrasi, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap proses pembuatan pupuk maupun pakan fermentasi.

Ketua P4S Lamellong, Burhanuddin, mengaku pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru yang sangat bermanfaat bagi kelompok tani di wilayahnya.

"Selama ini kami hanya dengar-dengar tentang pupuk organik dan silase. Sekarang kami pegang langsung bahannya, campur sendiri, dan lihat hasilnya. Ini sangat membuka mata kami," ungkapnya.

Program pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pabbura Mannennungeng yang bertujuan membangun ekosistem pertanian berkelanjutan melalui optimalisasi pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan. Melalui transfer teknologi yang dipadukan dengan praktik langsung, diharapkan kelompok tani mampu memproduksi pupuk organik dan pakan fermentasi secara mandiri, mengurangi biaya produksi, sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis pengolahan limbah di tingkat desa. [tim]

Share:
Komentar

Berita Terkini