BPS Kalbar Laporan Peningkatan Jumlah Penduduk Bekerja Hingga Agustus 2024

  • Bagikan
ILUSTRASI- Pekerja saat menyelesaikan pekerjaan pembangunan turap di tepian Jalan Pendawan, Sambas, foto : suara kalbar

Suaraindo.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat melaporkan adanya peningkatan signifikan jumlah penduduk yang bekerja di provinsi ini hingga Agustus 2024. Berdasarkan data yang dirilis, tercatat sebanyak 2,86 juta orang atau sekitar 88,28 ribu orang lebih banyak dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BPS Kalbar, Muh Saichudin, menjelaskan bahwa definisi “bekerja” dalam laporan ini mencakup setiap kegiatan yang dilakukan dengan tujuan memperoleh penghasilan atau keuntungan, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan durasi minimal satu jam dalam sepekan terakhir.

“Bekerja adalah kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan, meskipun hanya satu jam dalam seminggu terakhir. Kami mencatatkan bahwa angka penduduk yang bekerja terus meningkat hingga Agustus 2024,” ujar Muh Saichudin saat dikonfirmasi.

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2024, sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Kalbar adalah bidang pertanian, kehutanan, dan perikanan, dengan persentase mencapai 46,03%. Sektor perdagangan besar dan eceran, serta reparasi dan perawatan kendaraan, mengikuti dengan 14,28%. Sementara itu, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatatkan kontribusi sebesar 6,31%.

Adapun berdasarkan status pekerjaan utama, mayoritas penduduk yang bekerja di Kalbar pada Agustus 2024 berstatus sebagai buruh atau karyawan, dengan persentase sebesar 40,58%. Sedangkan yang paling sedikit adalah mereka yang berstatus sebagai wirausaha dibantu buruh tetap dengan upah, yang hanya mencapai 3,40%.

Dari segi pendidikan, penduduk bekerja yang paling banyak adalah mereka yang memiliki tingkat pendidikan rendah, yaitu tamatan SD ke bawah, yang mencakup 43,10% dari total penduduk bekerja. Sementara itu, penduduk dengan pendidikan Diploma I/II/III tercatat paling sedikit, hanya sekitar 2,70%.

Laporan ini menunjukkan perkembangan positif dalam sektor ketenagakerjaan di Kalbar, meskipun masih ada tantangan terkait pemerataan kualitas pendidikan dan diversifikasi lapangan pekerjaan yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Bagikan