SuaraIndo.id – Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menggelar kunjungan kerja ke SMKN 8 Palembang, Senin (15/9/2025), guna melakukan inventarisasi pengawasan atas pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Sistem Pendidikan Nasional, khususnya terkait sistem penerimaan murid baru (PMB) tahun ajaran 2025.
Rapat kerja ini dihadiri oleh Pj. Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Mondyaboni, S.E., M.Si., Kepala SMKN 8 Palembang Rafli, S.Pd., M.Pd., serta anggota Komite III DPD RI, Ratu Tenny Leriva. Hadir pula Wakil Ketua I DPD RI, Evi Aliya Maya, yang menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan PMB di Sumatera Selatan.
“Pelaksanaan sistem penerimaan murid baru di Sumsel berjalan tertib, sesuai aturan, dan tidak ada laporan permasalahan, bahkan Ombudsman RI juga menyatakan nihil aduan. Ini patut dijadikan contoh bagi daerah lain,” ungkap Evi.
Menurutnya, sistem zonasi yang diterapkan di Sumsel sudah sesuai dengan ketentuan Kementerian, keputusan gubernur, maupun surat keputusan daerah.
Bahkan, ia menilai penerapan PMB di Sumsel memberikan kemudahan bagi siswa kurang mampu.
“Saya melihat siswa dari keluarga tidak mampu tidak dibebani biaya apapun. Ini langkah baik yang bisa ditiru daerah lain,” tambahnya.
Terkait peluang kerja lulusan SMK, Evi menegaskan perlunya sinergi dengan pemerintah daerah.
“Ke depan akan dicari solusi melalui program-program daerah yang bisa mengakomodasi lulusan SMK agar lebih mudah masuk ke dunia kerja,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 8 Palembang, Rafli, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa sekolah yang dipimpinnya selalu menjalankan PMB sesuai aturan dan kuota yang ditetapkan pemerintah.
“Alhamdulillah, tidak ada kendala berarti dalam penerimaan siswa baru. Kami hanya menerima sesuai kuota dan aturan yang berlaku,” ujarnya.
Rafli menambahkan, jumlah siswa SMKN 8 Palembang saat ini mencapai 1.624 orang, dengan minat yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Untuk menyiapkan lulusan agar siap bersaing di dunia kerja, pihak sekolah aktif menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi dan dunia industri.
“Kami memagangkan siswa ke industri, bahkan guru juga kami kirim ke industri agar keterampilan mereka seimbang dengan kebutuhan dunia kerja.
Kami juga bekerja sama dengan perusahaan penyedia tenaga kerja, dan jurusan yang paling diminati adalah Teknik Komputer Jaringan serta Teknik Kendaraan Ringan,” pungkasnya.
Dengan capaian “nol masalah” dalam PMB, Sumatera Selatan diharapkan dapat menjadi role model nasional dalam penerapan sistem penerimaan murid baru yang transparan, adil, dan berpihak pada semua kalangan.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS













