Rahmansyah Sibarani: Stop Politisasi Bencana, Rakyat Tapteng Masih Terpuruk

  • Bagikan
Rahmansyah Sibarani: Stop Politisasi Bencana, Rakyat Tapteng Masih Terpuruk

suaraindo.id – Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sumatera Utara, Rahmansyah Sibarani, melontarkan kritik keras terhadap sikap sejumlah pihak yang dinilainya mulai menyeret bencana banjir dan longsor ke ranah politik. Ia menegaskan, penderitaan masyarakat terdampak—khususnya di Kabupaten Tapanuli Tengah—belum berakhir, sementara proses pemulihan di lapangan masih tertatih.

Pernyataan tersebut disampaikan Rahmansyah pada Jumat (2/1/2026), menyikapi kondisi pascabencana yang telah berlangsung hampir dua bulan namun masih menyisakan persoalan serius bagi warga terdampak.

Menurutnya, bencana alam seharusnya dihadapi dengan empati, kesabaran, dan semangat kebersamaan. Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang menjadikan penderitaan rakyat sebagai komoditas politik atau bahan pencitraan.

“Di saat masyarakat masih berjuang memulihkan kehidupan, semua pihak seharusnya fokus pada penanganan kemanusiaan. Bencana bukan panggung politik,” tegas Rahmansyah.

Ia menilai, bencana justru menjadi ujian integritas bagi para pemangku kebijakan. Cara pemerintah bersikap dan bertindak di masa krisis akan menentukan kepercayaan publik.

Dalam kesempatan itu, Rahmansyah secara khusus meminta Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, untuk mengingatkan para kepala daerah di wilayah terdampak agar menghentikan praktik dan manuver politik di tengah penderitaan rakyat.

“Jangan ada kebijakan atau pernyataan yang justru memperkeruh suasana. Rakyat butuh kehadiran negara yang menenangkan dan solutif, bukan konflik kepentingan,” ujarnya.

Rahmansyah juga menyoroti lambannya pemulihan di sejumlah titik terdampak di Tapanuli Tengah. Ia menilai klaim penyelesaian di atas kertas tidak selalu sejalan dengan kondisi riil di lapangan.

“Kalau belum pulih, katakan belum pulih. Jangan memoles fakta. Kejujuran adalah bentuk empati paling dasar kepada masyarakat yang sedang menderita,” katanya.

Ia menegaskan pentingnya transparansi dan kejujuran dalam menyampaikan progres penanganan bencana kepada publik agar kepercayaan masyarakat tidak semakin tergerus.

Menutup pernyataannya, Rahmansyah berharap seluruh elemen pemerintahan—baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota—dapat bersinergi secara tulus demi memastikan pemulihan pascabencana berjalan optimal serta hak-hak dasar warga terdampak benar-benar terpenuhi.

“Bencana adalah ujian kemanusiaan. Cara kita bersikap hari ini akan dicatat dan diingat oleh rakyat,” pungkasnya.

Penulis: EllyEditor: Redaktur
  • Bagikan