Ngabuburit Bermakna, Relawan dan Tunanetra di Pontianak Belajar Huruf Braille Sambil Membuat Papan Nama Kamar

  • Bagikan
[02.10, 6/3/2026] meriyanti rahmah Reporter Sk: Relawan Gen Z Pontianak Gelar Fun Activty hingga Buka Puasa Bersama Tunanetra Pontianak (Suara Kalbar) - Relawan Gen Z asal Pontianak menggelar fun actifity hingga buka puasa bersama teman-teman tunanetra LPAI Sahabat Netra Ar-Rahmah beberapa waktu lalu. Kegiatan membuat papan nama kamar dengan huruf braille ini diikuti oleh puluhan teman tunanetra yang tampak antusias dengan kegiatan tersebut. Tak hanya mengisi waktu ngabuburit, kegiatan ini juga sekaligus mengajarkan bahasa braille kepada para relawan dari Relawan Gen Z. Amalia, Ketua Relawan Muda Pontianak mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengisi waktu menunggu berbuka puasa sekaligus belajar huruf braille kepada para relawan di Pontianak. "Kita hari ini membuat papan nama untuk kamar, nantinya ditempel didepan kamar, dengan huruf alfabet, ada juga huruf braille nah nanti dihias-hias gitu," ujarnya. Ia juga menambahkan dengan kegiatan ini, ia berharap teman-teman relawan dapat sekaligus belajar huruf braille dengan menyenangkan. "Nah kegiatan ini sekaligus juga diharapkan dapat menjadi media belajar teman-teman volunteer untuk belajar bahasa braille, jadi sekalian kita bantu adik-adik bikin papan nama, sekalian juga kita belajar," tambahnya. Cinta, salah satu relawan mengatakan memang sudah lama ingin mengikuti kegiatan relawan seperti ini, karena dirinya ingin berinteraksi langsung dengan anak-anak tunanetra sekaligus belajar hutuf braille. "Saya itu memang tertarik dengan kegiatan-kegiatan volunteer, selain itu saya juga pengen banget berinteraksi langsung sama anak-anak tunanetra, nah kebetulan dari komunitas warm mengadakan ini jadi saya langsung ikut, biar bisa belajar langsung dari mereka," katanya. Kegiatan ini menjadi salah satu momen ramadhan yang berkesan untuk semua relawan sekaligus anak-anak tunanetra untuk sama-sama terus belajar dan memperkuat kepedulian sosial. Penulis: Meriyanti [02.11, 6/3/2026] meriyanti rahmah Reporter Sk: Suasana kegiatan relawan gen Z pontianak bersama teman-teman Tunanetra ketika membuat papan nama dengan hutuf braille.SUARAINDO.ID/SK

Suaraindo.id – Kegiatan ngabuburit di bulan suci Ramadan terasa berbeda bagi puluhan penyandang tunanetra dan para relawan muda di Pontianak. Mereka mengikuti kegiatan kreatif membuat papan nama kamar dengan huruf braille yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta membuat papan nama kamar yang dilengkapi huruf alfabet sekaligus huruf braille. Papan nama tersebut nantinya akan dipasang di depan kamar sehingga memudahkan penyandang tunanetra mengenali ruangannya.

Tak hanya menjadi aktivitas untuk mengisi waktu menunggu berbuka puasa, kegiatan ini juga menjadi sarana belajar bagi para relawan dari komunitas Relawan Gen Z untuk mengenal dan memahami bahasa braille secara langsung.

Ketua Relawan Muda Pontianak, Amalia, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai aktivitas positif selama ngabuburit sekaligus menjadi media pembelajaran bagi para relawan.

“Kita hari ini membuat papan nama untuk kamar, nantinya ditempel di depan kamar dengan huruf alfabet dan juga huruf braille, lalu dihias agar lebih menarik,” ujarnya.

Ia berharap melalui kegiatan ini para relawan tidak hanya membantu teman-teman tunanetra, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan.

“Kegiatan ini juga diharapkan menjadi media belajar bagi teman-teman volunteer untuk mengenal bahasa braille. Jadi sambil membantu adik-adik membuat papan nama, kita juga ikut belajar bersama,” tambahnya.

Salah satu relawan, Cinta, mengaku sudah lama tertarik mengikuti kegiatan sosial yang melibatkan penyandang tunanetra. Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga karena ia bisa berinteraksi langsung sekaligus belajar huruf braille.

“Saya memang tertarik dengan kegiatan volunteer. Selain itu, saya juga ingin berinteraksi langsung dengan teman-teman tunanetra. Kebetulan ada kegiatan ini, jadi saya langsung ikut supaya bisa belajar langsung dari mereka,” katanya.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu momen Ramadhan yang berkesan bagi para relawan maupun peserta tunanetra. Selain mempererat kebersamaan, kegiatan ini juga menumbuhkan kepedulian sosial serta semangat untuk terus belajar dan saling mendukung di tengah masyarakat.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
  • Bagikan