SuaraIndo.id – Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengunjungi komunitas pengemudi ojek online di Kedai ADO Presisi, Jalan POM IX Kampus, Palembang, Sabtu (7/3/2026) malam.
Dalam suasana santai, Kapolri berdialog langsung dengan para driver yang tergabung dalam Asosiasi Driver Online (ADO) Palembang untuk mendengarkan aspirasi serta pengalaman mereka selama bekerja di lapangan.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda kerja Kapolri di Sumatera Selatan yang menekankan pendekatan humanis Polri dengan turun langsung bertemu masyarakat.
Kapolri tiba di lokasi sekitar pukul 19.30 WIB dan disambut oleh para pengemudi ojek online. Tanpa sekat protokoler yang kaku, Kapolri membuka dialog dua arah bersama para driver.
Dalam diskusi tersebut, para pengemudi menyampaikan berbagai dinamika pekerjaan, mulai dari tantangan keamanan di jalan hingga kebutuhan dukungan kebijakan bagi pekerja transportasi daring.
Dalam kunjungan ini, Kapolri didampingi Kapolda Sumatera Selatan Sandi Nugroho serta Wakapolda Sumsel Rony Samtana. Sejumlah pejabat tinggi Mabes Polri juga turut hadir, antara lain Kabaintelkam Polri Yuda Gustawan, Dankorbrimob Polri Ramdani Hidayat, Asisten SDM Kapolri Anwar, serta Kadiv Humas Polri Johnny Eddizon Isir.
Turut hadir pula Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru yang menilai keberadaan ojek online telah membantu pemerintah dalam menekan angka pengangguran di daerah.
Menurut Herman Deru, para pengemudi ojek online merupakan bagian dari masyarakat yang berjuang mencari nafkah bagi keluarga. Ia berharap komunitas driver yang tergabung dalam ADO dapat menjadi contoh bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga ketertiban lalu lintas.
“Dengan adanya pembinaan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga kepolisian, para driver diharapkan dapat menjadi duta tertib lalu lintas sekaligus tetap menjadi pejuang nafkah bagi keluarga,” ujar Herman Deru.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga meninjau langsung fasilitas Bengkel Presisi yang berada di kawasan Kedai ADO. Bengkel ini merupakan bagian dari program pelayanan kepolisian untuk mendukung kebutuhan masyarakat, khususnya pengemudi transportasi online yang menjadikan kendaraan sebagai sarana utama bekerja.
Kapolri mengecek kesiapan fasilitas serta layanan bengkel tersebut sebagai bagian dari evaluasi implementasi program Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) di daerah.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho memastikan fasilitas pelayanan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para driver.
Sementara itu, Ketua DPD ADO Sumatera Selatan M. Asrul Indrawan mengungkapkan bahwa rencana kunjungan Kapolri telah disampaikan sejak dua pekan sebelumnya setelah dirinya dipanggil oleh Kapolda Sumsel.
Menurut Asrul, Kapolri memiliki perhatian khusus terhadap para pengemudi ojek online dan ingin berdialog langsung untuk mendengar kondisi yang mereka hadapi di lapangan.
Ia menjelaskan bahwa Kedai ADO Presisi merupakan hasil kolaborasi antara komunitas driver dengan Polda Sumsel yang bertujuan menyediakan tempat berkumpul serta fasilitas makan dan minum dengan harga terjangkau bagi para pengemudi.
Selain itu, ADO juga menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Kapolri, di antaranya terkait kebutuhan legalitas organisasi driver online serta pemerataan kebijakan tarif di berbagai aplikasi transportasi.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas rencana peluncuran program panic button bagi driver ojek online di Sumatera Selatan. Program ini memungkinkan pengemudi meminta bantuan kepolisian secara cepat apabila mengalami kecelakaan maupun menjadi korban kejahatan di jalan.
“Program ini direncanakan mulai digarap dalam waktu dekat agar para driver lebih aman dan nyaman saat bekerja di jalan,” ujar Asrul.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian Kapolri yang secara khusus ingin bertemu langsung dengan komunitas driver ojek online di Sumatera Selatan.
Menurutnya, kehadiran pimpinan tertinggi Polri tersebut menjadi bentuk dukungan nyata bagi para pengemudi yang selama ini rentan terhadap risiko kecelakaan maupun tindak kejahatan seperti pembegalan.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi simbol kedekatan antara institusi kepolisian dan masyarakat, khususnya para pekerja sektor transportasi daring yang menjadi bagian penting dalam mobilitas perkotaan di Palembang.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS













