Suaraindo.id – Usai menghadiri rapat paripurna DPRD ke-5 masa sidang III tahun sidang 2025/2026 DPRD Kota Palangka Raya. Pemerintah Kota Palangka Raya mewakili Wali kota Palangka Raya, Achmad Zaini wakil Wali Kota Palangka Raya memberikan apresiasi dan respon positif terhadap 3 buah raperda yang telah selesai dibahas.
“Tadi kita sudah melakukan penandatanganan bersama keputusan terhadap 3 buah raperda Kota Palangka Raya dan kita siap mengawal proses jalannya Raperda Kota Palangka Raya untuk menjadi Perda dan di undangkan, kemudian di implementasikan kemasyarakat, melalui Dinas-dinas pemangku kepentingan, untuk dilakukan sosialisasi, terhadap tiga Perda yang sudah disetujui bersama tadi,” ucap Achmad Zaini,Wakil Wali Kota Palangka Raya, Senin (15/06/2026).
Selain itu juga, Wakil Wali Kota Palangka Raya juga menyampaikan bahwa, terkait meningkatnya orang dengan gangguan jiwa ( ODGJ) di Kota Palangka Raya. Pasalnya belakangan ini diketahui baik melalui media sosial dan media online Warga kota Palangka Raya, dihebohkan dengan ODGJ yang sudah melukai 2 orang warga dalam satu rumah. Menyikapi hal tersebut pemerintah Kota Palangka Raya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait.
“Kita berharap belajar dari kasus atau kejadian seperti kemarin agar kedepannya tidak terjadi lagi,itu kan musibah yang tidak kita inginkan,kita sudah berkoordinasi dengan pihak terkait,di provinsi Kalteng kan sudah ada rumah sakit jiwa Kalawa Atei, Kita ingin memaksimal fungsi RSJ untuk menangani dan mengobati pasien ODGJ dan lainnya,” ujar Achmad Zaini.
Dirinya juga berharap dengan penanganan yang intensif, tepat dan baik, pasien bisa keluar dengan kondisi yang lebih baik.
“Pemerintah Kota Palangka Raya juga, melalui Dinas sosial sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi agar pasien dengan ODGJ ini,bisa ditangani dengan tepat dan bisa lebih baik saat keluar,” imbuhnya.
Kita berharap dengan ditangani secara maksimal dan baik, pasien ODGJ ini bisa kembali ke keluarga dan masyarakat dengan kondisi yang lebih baik.
“Melalui koordinasi dengan lembaga -lembaga, terkait, kita bisa berharap pasien ODGJ bisa kembali kemasyarakat dengan kondisi kejiwaan yang lebih baik dan pihak keluarga turut serta dalam menjaga dan merawat keluarganya yang terindikasi ODGJ,” tutupnya.













