Suaraindo.id – Puluhan warga Desa Batu Napal, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam melakukan aksi protes kepada managemen Perusahaan Perkebunan Sawit PT Laot Bangko.
Warga yang tergabung ibu-ibu dan tenaga panen yang mengaku sebagai karyawan buruh harian kerja (BHL) di PT Laot Bangko melakukan aksi protes lantaran merasa kecewa.

Mereka berkumpul dan menyampaikan tuntutannya langsung dikediaman Fajar, Kepala Desa Batu Napal dan dihadiri oleh Manajer dan pihak dari Perusahaan, Selasa (27/2/2024).
Warga menilai pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berdekatan langsung dengan Desa Batu Napal lebih mengutamakan dengan merekrut pekerja dari luar tanpa memikirkan warga Desa setempat.
Fajar, Kepala Desa Batu Napal menyebutkan sebelumnya telah pernah dilakukan musyawarah dengan pihak perusahaan.
“Dua hari yang lewat masyarakat datang mengadukan nasibnya kepada saya mempertanyakan nasibnya sebagai Buruh Harian Lepas (BHL) yang telah disepakati beberapa bulan lalu, namun hingga kini belum dipekerjakan.
Dan begitu juga semalam bahwa kami mendapat foto kopi pekerja yang baru. Sehingga kami jadi bertanya-tanya,” ujar Fajar.
Oleh sebab itu, menuntut keluhan warga. Fajar selaku Kepala Desa Batu Napal meminta agar managemen Perusahaan PT. Laot Bangko mempekerjakan kembali karyawan BHL.
Kemudian, dalam berita acara juga tertulis terlihat tertulis beberapa poin tuntutan dilampirkan yang ditujukan kepada Perusahaan PT Laot Bangko.
“Jika tidak, hari ini juga jalan masyarakat sebagai akses perusahaan ke kebun PT tersebut akan ditutup,” ungkap Fajar.
Tak hanya itu, Kepala Desa Batu Napal juga menyoroti Perusahaan yang tidak pernah memberikan santunan kepada anak yatim yang ada di Desa setempat.
“Perusahaan sebesar PT Laot Bangko tidak pernah memberikan santunan kepada anak yatim yang ada di Desa Batu Napal.
Selain itu juga perusahaan tidak pernah memberikan bantuan pada pelaksanaan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI),” demikian disampaikan Fajar.
Sementara itu, terkait hal perekrutan pekerja, Manajer PT. Laot Bangko, Asnadi mengatakan bahwa adanya kendala dan target.
“Bukan karena kami tidak memberdayakan warga, akan tetapi karena ada kendala target yang selama ini dibebankan tidak tercapai. Namun nanti akan dapat dipertimbangkan kembali, ini menjadi catatan kami dan beri kami waktu dan kesempatan dalam satu atau dua hari ini,” ujar Manager PT. Laot Bangko.
Terkait tenaga panen dia mengatakan sebagai perhatian bahwa kalau memang diberdayakan bekerja diikuti sesuai aturan yang ada.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS













