Jamu Tradisional Digemari Masyarakat Sekadau

  • Bagikan

Suaraindo.id – Peminat jamu tradisional di pasaran laris selama pandemi Covid-19. Hal itu seperti diceritakan langsung Bude Sumiati (48) penjual jamu yang berjualan keliling setiap pagi.

Bude Sumiati beralamat di Jalan Tamtama Desa Sungai Ringin Kecamatan Sekadau Hilir itu mengaku berjualan sudah kurang lebih 20 tahun sejak dirinya tinggal di daerah transmigrasi dan jamu tradisional yang ia jual tersebut adalah hasil racikannya sendiri.

Kata dia, ada berbagai macam jenis jamu Tradisional yang iya jual Yaitu ada Sirih, Manjakani, Kencur, Kunyit, Jahe, Sidomuncul dan ada juga yang jenis serbuk cuma itu yang serbuk dibeli dari pulau jawa.

“Saya buat satu jenis jamu satu botol dulu biasa sisa tapi sekarang selalu habis,apalagi jahe dan Sidomuncul paling banyak di gemari apalagi di musim hujan seperti sekarang,”cerita Bude Sumiati, Selasa (14/7/2020).

Soal harga tergantung jenis jamu. “Kalau kunyit asam biasa kita jual satu gelas Rp5 sampai Rp10 ribu saja. Biasa ibu-ibu yang laris beli,”ujar Bude Sumiati seraya mengaku pendapatan sehari kotor sekitar Rp300 ribuan.

  • Bagikan