Sekilas Info

Pemerintah AS

Presiden Donald Trump Mendadak Tinggalkan Wawancara CBS News, Ini Pemicunya

Sejumlah warga menyambut kedatangan Presiden Donald Trump saat menghadiri misa di Gereja Internasional Las Vegas di Nevada, 18 Oktober 2020. REUTERS/Carlos Barria

Suaraindo.id- Presiden Donald Trump tiba-tiba pergi saat sedang diwawancarai oleh CBS News karena menilai pertanyaan yang diajukan lebih sulit dan bias dibandingkan dengan pesaingnya dalam pemilihan presiden Amerika Serikat pada 3 November ini, Joe Biden.

Presiden Trump menyampaikan keluhan itu kepada koresponden CBS News Lesley Stahl untuk program 60 Minutes pada Selasa kemarin sebelum meninggalkan sesi wawancara itu.

Trump mengunggah video rekamannya dengan Stahl di akun Facebook-nya pada Kamis, 22 Oktober 2020. Terlihat jika wawancara baru berlangsung sekitar 37 menit sebelum Trump tiba-tiba mengakhirinya.

"Saya sudah melihat keseluruhan wawancara anda dengan Joe Biden selama 60 menit. Dia tidak pernah mendapatkan pertanyaan yang sulit," kata Trump dalam rekaman itu.

"Lihat bias, rasa benci, dan kekasaran atas nama '60 menit'," kata Trump melengkapi unggahannya tersebut.

Langkah Trump yang mengunggah rekaman wawancara secara lengkap diprotes oleh CBS News. Pasalnya CBS News baru akan menayangkan wawancara ini pada Ahad besok.

CBS News menilai Gedung Putih melanggar kesepakatan. Alasannya sudah ada kesepakatan jika rekaman wawancara itu sebatas digunakan untuk arsip. Belum ada tanggapan dari Gedung Putih terkait protes ini.

"Keputusan Gedung Putih yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengabaikan persetujuan dengan CBS News dan merilis rekaman mereka tidak akan menghalangi '60 Minutes' untuk memberikan laporan yang lengkap, adil dan kontekstual yang telah diikuti oleh presiden selama beberapa dekade," kata CBS News dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari CNN, Jumat, 23 Oktober 2020.

Proses wawancara itu dimulai dengan Stahl menanyakan kepada presiden apakah dia siap dengan pertanyaan sulit. Trump menjawab jika ia ingin Stahl bersikap adil.

"Tapi anda baik-baik saja dengan beberapa pertanyaan sulit?" Tanya Stahl.

"Tidak, saya tidak," jawab Trump.

Setelah itu sepanjang wawancara Trump banyak menuduh pertanyaan Stahl bias. Ia mengatakan kepada Stahl bahwa memulai wawancara dengan menanyakan apakah siap untuk pertanyaan sulit bukanlah cara yang tepat untuk berbicara.

Menjelang akhir wawancara, seseorang di luar kamera kemudian memberi tahu Trump bahwa Wakil Presiden Pence siap untuk ikut wawancara bersama dengannya yang dijadwalkan dilakukan setelah wawancara solo.

"Yah, menurutku kita sudah cukup," kata Trump. "Kurasa wawancara kita sudah cukup di sini. Oke? Itu cukup. Ayo pergi, ayo pergi."

Penulis: Teras
Editor: Heny

Baca Juga