Sekilas Info

Eropa

Uni Eropa Nyatakan Harus Beri Setiap Kesempatan untuk Bertransaksi

Kepala negosiator Inggris, David Frost (tengah) melepas maskernya saat berbicara dengan media setibanya di Brussels, Belgia, untuk pembicaraan Brexit dengan kepala negosiator Uni Eropa, Michel Barnier, 16 November 2020. (Foto: dok).

Suaraindo.id--Seorang pejabat tinggi Uni Eropa membantah gagasan memperpanjang masa transisi Kerajaan Inggris keluar dari Uni Eropa. Pejabat itu menambahkan "perlunya memberi kesempatan" untuk mencapai sebuah kesepakatan.

Dalam briefing, Senin (23/11) Juru Bicara Uni Eropa Daniel Sheridan Ferrie mengatakan, "Apakah kalian memiliki kesepakatan itu atau tidak." Batas waktu pencapaian sebuah kesepakatan untuk bermitra tetap 31 Desember 2020.

Pandangan Sheridan itu mengikuti cuitan sebelumnya oleh Kepala Perunding Uni Eropa Michel Barnier yang menyatakan sejumlah negosiasi sedang berlangsung dengan beberapa kemajuan, tetapi beberapa masalah utama masih harus diselesaikan. Inggris belum mencapai kesepakatan dengan Uni Eropa terkait aturan perdagangan pasca-Brexit.

Kedua pihak memperingatkan kemungkinan tidak dicapai kesepakatan untuk periode transisi bulan depan kecuali bila kedua pihak dapat segera mengatasi perbedaan mereka yang masih ada mengenai penangkapan ikan, bantuan negara untuk industri dan penyelesaian perselisihan pada masa mendatang.

Tanpa kesepakatan terkait hubungan pada masa mendatang antara Inggris dan Uni Eropa, perdagangan antara kedua pihak akan dilakukan di bawah ketentuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Kepala perunding Uni Eropa saat ini menjalani isolasi mandiri setelah salah seorang anggota timnya tertular virus corona. Ia mematuhi protokol kesehatan otoritas Belgia termasuk karantina wajib selama tujuh hari. [mg/ka]

Penulis: VOA
Editor: Heny

Baca Juga