“Sekarang China bagus, Jepang juga oke. Kita juga dengan Hong Kong oke, enggak ada masalah. Kemarin dari Doha, saya bertemu dengan keponakan raja datang ke Jakarta. Mereka juga ingin buka ada travel bubble,” ungkap Luhut.
Merujuk pembentukan Lembaga Pengelola Investasi atau Sovereign Wealth Fund (SWF), Luhut mengatakan pemerintah sedang mencari figur yang tepat untuk mengelola lembaga tersebut.
“Kemarin Presiden sudah tanda tangan RPP-nya jadi semua sekarang SWF sudah jadi, tinggal cari orang independen yang orang market. Headhunter sudah dibuat untuk mencari. Kita berharap organisasi ini akan jadi semua dengan manusianya di pertengahan Januari,” jelasnya.
Hingga saat ini pemerintah juga fokus dalam pemulihan ekonomi nasional terutama di bidang pariwisata. Pemerintah juga fokus dalam pembangunan dari lokasi pariwisata yang ada khususnya Danau Toba, Labuan Bajo, Borobudur, Mandalika, dan Likupang.
China Siap Tingkatkan Kerjasama
Sementara, Wakil Menteri Kebudayaan dan Pariwisata China, Zhang Xu dalam acara Tourism and Investment Forum melalui saluran virtual menuturkan China sepakat untuk terus melakukan kolaborasi internasional guna penanganan dalam pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.
“Mempromosikan kerja sama di bidang ekonomi dan perdagangan bilateral kedua negara. Terutama dalam mendukung pariwisata untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sedangkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio menegaskan penerapan protokol kesehatan menjadi hal penting untuk diperhatikan industri dan masyarakat.
“Kita tahu pandemi ini memberikan dampak yang besar, namun kita harus hadapi bersama. Kerja sama ini saya harapkan dapat diimplementasikan dengan penerapan protokol kesehatan yang sebaik-baiknya dan Kemenparekraf akan terus memberikan dukungan kepada industri dalam menghadirkan inovasi-inovasi lainnya,” tegasnya. [aa/em]