Cuaca Ekstrem di China, 21 Pelari Tewas

  • Bagikan
Petugas penyelamat mengevakuasi korban tewas dari lokasi lomba lari maraton di kota Baiying, provinsi Gansu, di China barat laut, Minggu (23/5)

Suaraindo.id–Upaya penyelamatan para peserta lomba lari maraton yang menjadi korban cuaca ekstrem berakhir hari Minggu (23/5). Menurut markas penyelamat setempat, sedikitnya 21 pelari tewas dalam lomba lari maraton melintasi gunung (cross-country mountain) sepanjang 100 kilometer di kota Baiying, provinsi Gansu, di China barat laut. Jenazah 21 korban telah dipindahkan dari lokasi kejadian.

Lebih dari 1.200 anggota tim penyelamat dengan peralatan lengkap dan pesawat-pesawat militer dikerahkan dalam operasi penyelamatan yang berlangsung selama 24 jam.

Seratus lima puluh satu peserta lainnya dipastikan aman, delapan diantaranya dilaporkan cedera ringan dan dalam kondisi stabil, namun masih mendapat perawatan di rumah sakit.

Direktur Komisi Kesehatan Propinsi Gansu Guo Yufen mengatakan telah membentuk tim khusus untuk transportasi pasien, perawatan dan intervensi psikologis.

Insiden keselamatan publik itu terjadi karena perubahan cuaca secara mendadak. Dalam konferensi pers Minggu pagi (23/5) Walikota Baiyin, Zhang Xuchen mengatakan telah membentuk tim penyelidik untuk mengetahui lebih lanjut penyebab insiden itu.

Lomba lari maraton dengan 172 peserta ini dilangsungkan Sabtu pagi (22/5) di lokasi wisata Yellow River Stone Forest, di kabupaten Jingtai, di kota Baiyin.

Menurut markas penyelamat, sekitar jam 1 siang terjadi hujan es yang membeku dan angin kencang di kawasan perlombaan yang berada di ketinggian, antara kilometer 20 dan 31. Para peserta merasa tidak nyaman karena penurunan suhu udara secara tiba-tiba dan perlombaan dihentikan ketika sejumlah peserta hilang.

Pemerintah setempat segera memulai operasi penyelamatan setelah diberitahu panitia dan mengorganisir pasukan penyelamat untuk mencari mereka yang hilang.

Suhu udara kembali turun pada malam hari karena medan dan topografi daerah itu yang rumit. Operasi penyelamatan pun menghadapi kendala.

Pada hari Minggu (23/5) pukul tiga dini hari tim penyelamat menemukan 16 orang dalam kondisi meninggal, lima lainnya masih hilang. Peserta terakhir yang hilang ditemukan meninggal pada pukul 9.30 pagi.

Kabupaten Jingtai terletak di bagian tengah propinsi Gansu, dengan ketinggian tertinggi mencapai 3.321 meter dan ketinggian terendah pada 1.276 meter. [em/lt]

  • Bagikan