Sekilas Info

Polri

Gugurkan Kandungan Usia 8 Bulan, Seorang Pelajar Ditangkap Polres Magelang

Konfrensi pers di Mapolres Magelang, Selasa (11/5/2021).

Suaraindo.id---Seorang wanita yang masih duduk dibangku sekolah, nekat melakukan aborsi terhadap bayi dalam kandungannya, hal ini diungkapkan Kapolres Magelang AKBP Ronald A. Purba dalam konfrensi pers di Mapolres Magelang, Selasa (11/5/2021).

Dijelaskan Kapolres Magelang AKBP Ronald A. Purba bahwa kejadian teresebut terjadi pada Sabtu (8/5/2021) sekitar pukul 12.00 WIB. Pelaku berinsial TA (17) di Kamar Mandi Apotik Falencia, di Dusun Jambu, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang dengan meminum obat yang sudah dipesannya melalui online seharga Rp 2 juta.

Lanjut Kapolres Magelang, bahwa pelaku merupakan pelajar pada salah satu SMK di Magelang. Pelaku nekat melakukan aksinya karena merasa malu dan takut, karena janin tersebut adalah hasil hubungan pelaku dengan pacarnya bernama MK.

“Bayi yang digugurkan tersebut, sudah berusia 8 bulan ini. Sehingga pelaku nekat melakukan aksi ini, dengan menggugurkan kandunganya. Hal ini sudah melanggar tindak pidana kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan kematian dan atau tindak pidana melakukan aborsi terhadap anak yang masih dalam kandungan, dengan alasan dan tata cara yang tidak dibenarkan oleh Undang-Undang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 ayatb3 Jo. Pasal 77A ayat 1 UURI No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak, pelaku diancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” jelas Ronald.

Ronald juga menambahkan, barang bukti yang ditemukan dari tangan pelaku terdiri dari 1 buah handuk dengan bercak darah, 1 buah kaos putih, pakaian tersangka yang dipakai, 1 buah pembalut, 1 buah pakaian anak kecil warna kuning, 1 buah kantong kresek warna putih dan 1 buah handphone.

“Karena pelaku masih dibawah umur, kita akan melakukan konsultasi dengan pihak terkait untuk kasus ini. Pelaku sampai saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh petugas,” ungkapnya.

Kapolres Magelang juga mengimbau bahwa peran orang tua sangat penting, sehingga perlu lebih perhatian dalam mengawasi serta memantau pergaulan anak-anaknya. Ia juga berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

“Kepada para orang tua, agar memberi edukasi tentang pergaulan bebas. Agar para remaja, tidak mengambil langkah yang berbahaya dalam menghadapi masalah, karena perbuatan aborsi tidak sesuai ketentuan, selain merupakan perbuatan pidana, juga membahayakan bagi ibu tersebut,” imbaunya.

Penulis: Wahidin/gus
Editor: redaksi

Baca Juga