Pertandingan Sofbol Putri Awali Olimpiade Tokyo 2020 yang Ditunda

  • Bagikan
Tim softball Australia berlatih untuk Olimpiade Musim Panas 2020, Sabtu, 17 Juli 2021, di Stadion Bisbol Yokohama, Yokohama, Jepang. (Foto AP/Charlie Riedel)

Suaraindo.id–Tim sofbol putri Jepang mencatat kemenangan 8-1 atas Australia pada hari Rabu (21/7), dalam pertandingan perdana Olimpiade Tokyo.

Olimpiade yang ditunda setahun karena pandemi ini diawali dengan situasi sunyi, sewaktu pertandingan digelar di stadion yang hampir kosong di Fukushima, kota di bagian barat laut, di mana bencana nuklir 2011 terjadi.

Pertandingan antara tim Jepang-Australia ini adalah yang pertama dari tiga pertandingan cabang olah raga itu yang dijadwalkan berlangsung hari Rabu (21/7). Tim AS mengalahkan tim Italia 2-0 pada game kedua. Sementara itu pertandingan ketiga, antara Meksiko dan Kanada, dijadwalkan berlangsung di Stadion Bisbol Fukushima Azuma.

Pertandingan sepak bola putri pertama dijadwalkan diselenggarakan hari Rabu (21/7) di Tokyo.

Olimpiade Tokyo digelar di bawah situasi darurat terkait pandemi virus corona, karena meningkatnya kasus baru COVID-19 dan rendahnya tingkat vaksinasi di Jepang. Sejauh ini, sedikitnya 70 orang yang terkait Olimpiade telah dinyatakan positif terjangkit COVID-19 sejak para atlet mulai tiba di Perkampungan Atlet Olimpiade di Tokyo.

Panitia penyelenggara Olimpiade telah melarang penggemar menyaksikan pertandingan apapun karena lonjakan kasus baru saat ini.

Tim bisbol nasional Meksiko telah dikarantinakan di Mexico City setelah dua pemain dinyatakan positif terjangkit COVID-19 sebelum mereka dijadwalkan berangkat ke Jepang.

Sementara itu, kesalahan administrasi telah menyebabkan enam anggota tim renang Polandia harus meninggalkan Tokyo dan kembali ke negara mereka. Satu delegasi terdiri dari 23 atlet renang tiba di Tokyo untuk ambil bagian dalam Olimpiade. Tetapi Federasi Renang Polandia (PZP) menarik pulang enam di antaranya pada hari Minggu karena kesalahan administrasi.

Keenam orang itu mengeluarkan pernyataan yang meminta seluruh anggota dewan organisasi itu untuk segera mengundurkan diri.

Ketua PZP Pawel Slominski mengeluarkan pernyataan hari Senin yang mengungkapkan “penyesalan, kesedihan dan kepahitan luar biasa atas situasi ini.” [uh/ab]

  • Bagikan