Dua Perempuan dari Kelompok Minoritas Bersaing dalam Pemilihan Walikota Boston

  • Bagikan
Dua kandidat walikota Boston Annissa Essaibi George (kiri) dan Michelle Wu (tengah), tampak berbincang sebelum parade Roxbury Unity berlangsung di kota Boston pada 18 Juli 2021. (Foto: AP)

Suaraindo.id–Pemilihan walikota di Boston, Amerika Serikat, kini memasuki tahap akhir dengan mengerucutnya kandidat menjadi dua orang. Sejarah telah terjadi karena dua kandidat terpilih yang akan bertarung pada pemilihan umum November nanti merupakan perempuan dari kelompok minoritas.

Hal tersebut menandakan untuk pertama kalinya Boston akan menyaksikan pertarungan dua wakil perempuan dari kelompok non kulit putih untuk memperebutkan kursi kepemimpinan di kota tersebut.

Kedua kandidat tersebut adalah anggota dewan kota, Michelle Wu, yang merupakan keturunan Taiwan, dan Annissa Essaibi George, seorang warga Amerika keturunan Arab dan Polandia.

Mereka memenangkan pemilihan awal, dan mengalahkan tiga kandidat lain termasuk walikota sementara Boston, Kim Janey.

Janey sebelumnya merupakan perempuan dan warga kulit hitam pertama yang menjabat sebagai walikota Boston. Dia diangkat oleh Walikota Marty Walsh setelah ia ditunjuk menjadi menteri tenaga kerja oleh Presiden Joe Biden.

Calon walikota Boston Annissa Essaibi George. (Foto: AP)
Calon walikota Boston Annissa Essaibi George. (Foto: AP)

Kelima kandidat awal dalam pemilihan walikota tersebut semuanya berasal dari kelompok kulit berwarna (people of color). Fakta tersebut menandakan cepatnya perubahan demografi kota Boston.

Angka sensus terbaru menunjukkan penduduk Boston yang berkulit putih mencapai 44,6 persen, sementara 19,1 persen lainnya adalah penduduk kulit hitam. Jumlah kelompok Amerika Latin di kota tersebut berkisar 18,7 persen diikuti oleh warga keturunan Asia yang berjumlah sekitar 11,2 persen dari total populasi kota Boston. (jm/mg/rs)

  • Bagikan