Penanggulangan Kekeringan, Sejumlah Kecamatan Jadi Perioritas

  • Bagikan

SuaraIndo.id—- Penanggulangan kekeringan dan penyaluran air bersih di Kabupaten Lombok Timur dilakukan sesuai permintaan terdampak di sejumlah Kecamtan.

Untuk penanganan tersebut, Pemerintah Daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lombok Timur menggunakan Dana Tidak Terduga (DTT) dari Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar Rp2 miliar, untuk penanganan kekeringan di Lombok Timur.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lombok Timur Tobi Satriawibawa menjelaskan, DTT Rp2 miliar disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak kekeringan sepanjang tahun 2021.

Memasuki musim kemarau ini, sejumlah Kecamatan di Lombok Timur menjadi perioritas penanganan. Seperti Kecamatan Jerowaru, Sambelia, Suela, Sembalun dan Kecamatan lainnya. Namun, sejauh ini, baru Kecamatan Jerowaru yang memasukan surat rekomendasi untuk pendistribusian air bersih.

Namun, BPBD Lombok Timur masihengumpulkan data secara valid, untuk mengekuarkan Dana Tidak Terduga dari Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Adanya dana tersebut difokuskan untuk siap siaga bencana kekeringan Lombok Timur. Sasaran penggunaan dana, yakni untuk Kecamatan yang mengalami Kekeringan dan Kekurangan air bersih.

Prosedur penggunaannya juga disesuaikan dengan kebutuhan, baik pendistribusian air bersih, pembuatan sumur bor. “Penyaluran penggunaannya tergantung kebutuhan analisa dari tim Provinsi Nusa Tenggara Barat,” sambung Toni, sabtu sore 4 September 2021.

Toni menambahkan, wilayah kekeringan di Lombok Timur masih sama dengan tahun tahun sebelumnya. “Namun, kita berharap, mudah-mudahan hanya Jerowaru,” katanya.

Untuk penanganan berkelanjutan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lombok Timur menyiagakan armada serta fasilitas, yang dipusatkan di Kecamatan masing-masing. Hal ini dilakukan untuk mempermudah penyaluran, pada saat masyarakat terdampak sangat membutuhkan.

Penulis: NanangEditor: Redaksi
  • Bagikan