Pasukan Kurdi di Suriah Rebut Kembali Penjara Penting dari ISIS

  • Bagikan
Pasukan Kurdi melakukan pencarian militan ISIS dari rumah ke rumah di Al Hasakah, Suriah (22/1).

Suaraindo.id–Operasi besar-besaran dan terencana oleh ISIS untuk membebaskan ribuan anggota kelompok teror itu dari sebuah penjara di timur laut Suriah telah berakhir, enam hari lebih setelah serangan yang membuat fasilitas dan lingkungan di sekitarnya menjadi kacau.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS hari Rabu (26/1) mengumumkan bahwa mereka telah sepenuhnya mengambil alih kendali penjara al-Sina’a di Al Hasakah, sebuah fasilitas penahanan sementara yang menampung sekitar 4.000 anggota ISIS, serta sekitar 700 hingga 850 anak laki-laki dan remaja dari keluarga ISIS.

“Operasi Palu Rakyat telah berpuncak pada kendali kita sepenuhnya atas penjara al-Sina’a di al-Hasakah dan semua teroris ISIS yang menyerah,” cuit juru bicara SDF Farhad Shami.

Sebelum pengumuman itu, pejabat SDF mengatakan operasi yang berlangsung semalaman telah membebaskan 23 pekerja lainnya dari penjara yang disandera itu, dan setidaknya 1.000 tahanan telah menyerah atau telah ditangkap kembali.

Shami mengatakan kepada VOA bahwa 250 penyerang dan tahanan ISIS tewas, dan menurut perkiraan awal ribuan tahanan penjara telah ditangkap kembali.

“Kalau saja keselamatan anak-anak tidak menjadi perhatian utama, kita bisa menyelesaikan operasi ini dalam satu atau dua hari dengan senjata berat,” tambahnya.

Shami juga mengatakan SDF sedang menyelidiki nasib anak-anak, yang ditahan di bagian terpisah dari fasilitas penjara al-Sina’a, dan mengakui sebagian kemungkinan mengalami luka-luka.

Pejabat SDF sejak awal mengatakan penyerang dan tahanan ISIS telah menggunakan anak-anak sebagai tameng manusia. [my/jm]

  • Bagikan