Warga Rusia Didakwa Berencana Bunuh Pembangkang Chechnya di Jerman

  • Bagikan
Kejaksaan Jerman, Kamis (3/3 mendakwa Valid D., pria Rusia dengan tuduhan merencanakan pembunuhan terhadap seorang pembangkang Chechnya di Jerman. (Ilustrasi).

Suaraindo.id–Kejaksaan Jerman mengatakan Kamis (3/3) bahwa mereka telah mendakwa seorang pria Rusia dengan tuduhan merencanakan pembunuhan terhadap seorang pembangkang Chechnya di Jerman.

Kejaksaan itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Valid D., yang nama belakangnya tidak dirilis karena alasan privasi, diduga telah menerima perintah dari aparat keamanan Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov pada awal tahun 2000 untuk membunuh seorang tokoh oposisi yang tinggal di pengasingan di Jerman.

Korban yang diincar dan saudaranya adalah pengkritik Kadyrov dan secara vokal sering berbicara mengenai kemandirian Chechnya di media sosial. Pembunuhan itu sebenarnya akan dilakukan oleh pria lain, yang berpura-pura menerima pekerjaan itu karena takut akan penindasan, kata pernyataan itu.

Tersangka diduga telah memperoleh senjata api, amunisi dan alat peredam dan melakukan perjalanan ke Jerman pada paruh kedua tahun 2020 untuk menerima dan membantu orang lain dalam mempersiapkan pembunuhan itu, menurut pernyataan tersebut.

Valid D. ditangkap pada 1 Januari 2021, sebelum pembunuhan direncanakan akan dilangsungkan. Ia ditahan sejak itu.

Tahun lalu, pengadilan Berlin menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada seorang pria Rusia karena membunuh seorang pria Chechnya di ibu kota Jerman pada 2019 atas perintah pemerintah Rusia.

Chechnya adalah sebuah wilayah yang secara de facto telah meraih kemerdekaan setelah perang Chechen pada 1994-1996, namun secara de jure masih menjadi bagian dari Rusia. Pemerintahan Presiden Kadyrov di Chechnya, yang terpilih pada 2007, mendapatkan dukungan dari Presiden Rusia, Vladimir Putin. [ab/uh]

  • Bagikan