Korban Tewas dalam Kerusuhan Konser di London Bertambah

  • Bagikan
Garis polisi melingkupi area gedung konser O2 Academy Brixton di selatan London pada 19 Desember 2022, menyusul kerusuhan yang terjadi dalam konser musisi asal Nigeria Asake, pada 15 Desember 2022. (Foto: AFp/Ben Stansall)

Suaraindo.id – Satu lagi korban luka-luka dalam insiden kekacauan di sebuah tempat konser di London pekan lalu meninggal dunia pada Senin (19/12).

Kepolisian Metropolitan London mengatakan korban diidentifikasi sebagai Gaby Hutchinson, 23, yang bekerja sebagai satpam di 02 Brixton Academy, di mana penyanyi Nigeria Asake tampil pada Kamis (15/12) lalu. Hutchinson adalah salah satu dari delapan orang yang dirawat di rumah sakit setelah terjebak dalam kekacauan di konser itu.

Sebelumnya Rebecca Ikumelo, yang berusia 33 tahun, meninggal dunia pada Sabtu (17/12) pagi. Sementara korban lain, seorang perempuan yang berusia 21 tahun, kini masih berada dalam kondisi kritis.

Ketiganya sedang berada di ruang tunggu gedung konser itu ketika terjebak dalam kerumunan orang. Polisi mengatakan layanan darurat dipanggil untuk mengatasi kerumunan besar orang yang memaksa untuk memasuki area konser tersebut.

Polisi menambahkan bahwa para detektif sedang mengkaji video dari kamera keamanan dan telepon yang diambil oleh pengunjung, serta berbicara dengan sejumlah saksi mata dan melakukan pemeriksaan forensik sebagai bagian dari penyelidikan “yang luas dan rumit.”

Pihak kepolisian mengakui masih terlalu dini untuk mengatakan apakah terdapat unsur kejahatan yang dilakukan dalam insiden itu.

The Brixton Academy di selatan London adalah salah satu tempat pertunjukkan musik paling terkenal di kota itu. Gedung yang dibangun sebagai sebuah bioskop pada tahun 1920-an itu memiliki kapasitas di bawah 5.000 orang. [em/jm]

  • Bagikan