‘Pink’, Hitam dan Putih Jadi Tren Dekorasi Natal di Hollywood

  • Bagikan
Display dekorasi Natal di toko dekorasi Natal Aldik Home, di Van Nuys, California.(Facebook/AldikHome)

Suaraindo.id – Pink, hitam dan putih menjadi tren warna dekorasi Natal di Beverly Hills, lokasi kelas atas di Los Angeles County. Meskipun kenaikan harga global berdampak pada semuanya, mulai dari pohon hingga hadiah Natal, orang-orang kembali berbelanja ke toko-toko setelah dua tahun pembatasan terkait COVID.

Tahun ini Natal terasa lebih meriah dalam banyak hal, mulai dari hiasannya hingga suasananya.

Salah satu tren hiasan Natal pada musim ini adalah “Winter Wonderland”, pemandangan salju yang menyelimuti seluruh permukaan, penuh warna putih dilengkapi lampu kelap-kelip berkilauan, kaca kristal bening, dan fantasi lainnya yang juga tampil berkilauan.

Tema salju putih memenuhi seluruh media sosial. Warna-warna lain dipastikan cocok untuk hiasan beralas warna putih ini.

Di toko perlengkapan rumah Aldik Home di Van Nuys, California, perlu waktu lima bulan untuk mempersiapkan tema Natal. Hiasan tradisional maupun antik menjadi fokus tawaran mereka tahun ini.

Brian Gold, generasi ketiga pemilik Aldik Home, mengatakan, beberapa generasi keluarga telah berbelanja di tokoh itu selama bertahun-tahun.

“Tren tahun ini benar-benar perayaan warna, warna-warna yang begitu cerah, pink, ungu muda, biru, juga beberapa jenis warna lain yang Anda tidak perkirakan jadi warna-warni Natal seperti hitam dan abu-abu tua. Pohon berselimut salju juga sangat populer tahun ini. Ini cara yang luar biasa untuk memberi aksen warna itu dengan warna-warna lainnya. Warna lain jadi benar-benar menonjol dan inilah tampilan fantasi Natal yang benar-benar disukai,” komentarnya.

Gold mengatakan orang-orang tetap berbelanja meskipun ada inflasi. Mereka tidak mengeluhkan harga dekorasi yang sangat mahal di toko Aldik. Ia menambahkan harga naik sedikit daripada harga tahun lalu. Selama beberapa tahun ini, peningkatan harga terjadi akibat biaya angkutan laut.

Harga banyak hal, seperti pohon Natal tentu saja naik. Tetapi karena tokonya menawarkan pohon berkualitas terbaik, pelanggan memahami mengapa harganya pun mahal.

Dekorasi juga tampil dalam warna-warna alami dan netral, merah jambu dan ungu muda, keemasan dan putih, hitam, merah, juga hitam putih yang trendi.
Sementara itu gaya hiasan berkisar dari tampilan antik hingga yang tampak alami dan sederhana.

Julie Wagner, CEO Beverly Hills Conference and Visitors Bureau, organisasi pemasaran destinasi kota itu yang menyediakan sumber daya untuk pengunjung, media dan perjalanan, mengatakan, “Tahun ini kami jelas melihat peningkatan lalu lintas pengunjung selama 2021. Orang-orang pasti hadir di sini untuk berbelanja dan merayakan Natal dan Tahun Baru. Saya pikir sentimen konsumen seperti itu setelah COVID, orang-orang terlihat menikmati hidup mereka dan merayakannya bersama dengan orang-orang yang mereka cintai. Berbelanja Natal dan membeli hiasan tentu saja bagian dari itu.”

Ia mengatakan meskipun sulit bagi keuangan orang-orang, sentimen belanja akan meningkat pada musim liburan akhir tahun.

Wagner mengemukakan, Federasi Ritel Nasional menunjukkan niat untuk datang berbelanja tahun ini meningkat melebihi tahun 2021. Pada tahun 2022, niat itu mencapai 67 persen, versus tahun 2021 yang hanya 64 persen. Karena itulah ia menyimpulkan orang benar-benar ingin keluar rumah, berbelanja dan menikmati suasana liburan akhir tahun.

Di toko lainnya, Z Gallerie, tren akhir tahun ini berfokus pada pepohonan Natal putih dan hijau dengan banyak ornamen, dekorasi meja klasik berwarna putih dan keemasan.

Secara keseluruhan, apa pun yang kita inginkan bisa menjadi hiasan Natal, selama orang dapat merayakannya bersama-sama. [uh/ab]

  • Bagikan