Bagus Setiadi Kecewa Pelayanan Diskdukcapil Sambas Usai Keluhan Warga Viral

  • Bagikan
Bagus Setiadi
Bagus Setiadi, Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Fraksi PKB (suaraindo.id/istimewa)

Suaraindo,id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sambas, Bagus Setiadi kecewa dengan pelayanan Dinas Kependudukan dan Pelayanan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sambas dan meminta dengan tegas agar peningkatan kualitas pelayanan segera dilakukan.

”Segera berbenah, perbaiki kualitas pelayanan, jangan sampai kejadian keluhan warga hingga viral di media sosial ini terulang kembali,” ujarnya menanggapi video keluhan warga terhadap pelayanan Disdukcapil Sambas yang viral di media sosial.

Sebagaimana diketahui, dua hari terakhir warga media sosial facebook di Sambas dihebohkan dengan curhatan pemilik akun @Ria Triana atas pelayanan buruk yang diberikan Disdukcapil Sambas. Beragam komentar warganet mampir di laman tersebut menyatakan kekesalan yang sama. Ada informasi perkara keluhan itu sudah coba di mediasi mengingat hanya sebatas miskomunikasi.

Bagus menegaskan, masyarakat datang ke Disdukcapil mengurus administrasi kependudukan adalah untuk menjalankan perintah negara untuk memiliki dokumen kependudukan dan itu dilakukan secara sadar.

”Harusnya pelayanan dasar seperti ini menjadi prioritas, tak boleh ada celah yang membuat masyarakat mengeluh hingga kesal,” jelasnya Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Dia mengaku sangat kecewa dengan pelayanan Disdukcapil tersebut karena terkait keluhan masyarakat ini bukan hanya sekali, tetapi sudah seringkali terjadi dan seakan tidak ada upaya untuk memperbaiki apalagi meningkatkan kualitas pelayanan.

”Ini berulang dan sudah sering kami di lembaga mengingatkan agar segera memperbaiki pelayanan,” tukasnya.

Dalam mengurus administrasi kependudukan, masyarakat kata mantan Sekjen Solmadapar ini, sudah merelakan waktunya mengantri, meninggalkan pekerjaan, bahkan mungkin anak dan saudara yang juga membutuhkan dirinya di waktu yang sama, dengan harapan bisa mendapatkan pelayanan terbaik, cepat dan mudah.

“Sudah mengorbankan banyak hal, pelayanan yang didapat buruk, wajar saja kalau masyarakat marah,” imbuhnya.

Dia berharap kejadian serupa tidak lagi terulang dan Disdukcapil segera mengevaluasi proses pelayanan yang sudah dilakukan, hitung beban kerja masing-masing pintu pelayanan, jika terlalu menumpuk segera di distribusikan, mana yang kurang bisa segera diperbaiki, jangan malu belajar dari daerah lain yang standar pelayanan administrasi kependudukannya sudah baik.

“Tak ada alasan capek, pusing dan lainnya, karena itu sudah resiko pekerjaan pelayanan, pimpinan juga harus memahami beban kerja anak buahnya agar pelayanan tetap prima dan masyarakat puas ketika mengurus adminduk, imbauan ini berlaku juga untuk dinas lainnya yang menyangkut pelayanan langsung ke masyarakat,” imbuhnya.

Soal blanko e-KTP yang sering dikeluhkan warga karena diinformasikan Disdukcapil kalau blanko nya sudah habis, Bagus menekankan agar Dinas Dukcapil Sambas transparan, bila perlu dibuat papan pengumuman di depan kantor mengenai ketersediaan blanko e-KTP.

“Harus transparan, biar masyarakat tahu tidak kecewa lama mengantri ternyata blankonya habis, informasikan saja karena transparansi itu baik, pelayanan dasar seperti adminduk ini adalah pintu masuk untuk melihat seberapa komit pemerintah daerah dalam menjalankan pemerintahan,” pungkasnya.

  • Bagikan