Suaraindo.id – Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, membuka kegiatan Gawai Nosu Minu Podi Tutup Tahun Tingkat Kecamatan ke-II sekaligus mengukuhkan Ketua dan Pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Bonti Periode 2026–2031. Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Betang Piri Juru, Kecamatan Bonti, Selasa (9/6/2026).
Dalam sambutannya, Yohanes Ontot mengatakan bahwa Gawai Nosu Minu Podi merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat Dayak atas hasil panen yang telah diperoleh, sekaligus menjadi bentuk pelestarian warisan budaya leluhur yang sarat dengan nilai sosial, spiritual, dan budaya.
“Gawai Nosu Minu Podi bukan sekadar perayaan adat, tetapi juga wujud syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang diperoleh. Tradisi ini mengandung nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap warisan leluhur yang harus terus dijaga,” ujarnya.
Menurutnya, budaya lokal merupakan identitas masyarakat yang harus tetap dipertahankan di tengah perkembangan zaman dan arus modernisasi yang semakin pesat. Oleh karena itu, pelestarian adat dan budaya harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Bupati menegaskan bahwa upaya menjaga dan melestarikan budaya sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Sanggau, yakni “Sanggau Maju Berkelanjutan dan Berkeadilan.” Ia menilai budaya dan kearifan lokal merupakan modal penting dalam memperkuat persatuan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Budaya dan adat istiadat yang kita miliki adalah kekayaan yang sangat berharga. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat menjadi landasan dalam membangun masyarakat yang harmonis, maju, dan berkeadilan,” katanya.
Yohanes Ontot juga mengajak masyarakat untuk terus mengembangkan potensi budaya sebagai bagian dari ekonomi kreatif serta sarana promosi budaya lokal kepada generasi muda maupun masyarakat luas. Menurutnya, semangat gotong royong yang tercermin dalam pelaksanaan gawai dapat menjadi kekuatan sosial yang mendukung keberhasilan pembangunan daerah.
“Budaya tidak hanya harus dilestarikan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi potensi ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, budaya harus terus diperkenalkan kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, kegiatan Gawai Nosu Minu Podi juga dirangkaikan dengan pengukuhan Ketua dan Pengurus DAD Kecamatan Bonti Periode 2026–2031.
Bupati Yohanes Ontot menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang telah dikukuhkan. Ia berharap kepengurusan DAD yang baru dapat menjalankan amanah dengan baik serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan adat istiadat serta budaya Dayak di Kecamatan Bonti.
“Selamat kepada Ketua dan Pengurus DAD Kecamatan Bonti yang baru dikukuhkan. Saya berharap DAD dapat terus menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian adat dan budaya, sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam mendorong kemajuan masyarakat adat dan pembangunan daerah,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan dihadiri unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh masyarakat, pengurus DAD, serta masyarakat Kecamatan Bonti yang turut memeriahkan perayaan adat tahunan tersebut.













