SuaraIndo.Id – Peringati Hari Pariwisata Dunia, Calon Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Herlan Asfiudin Assaaf mengajak untuk mengembangkan sektor pariwisata di Sumsel untuk meningkat kesejahteraan masyarakat.
Hal itu, disampaikannya saat di wawancarai secara ekslusif dengan awak media, pada Rabu (27/08/23).
“Pentingnya peran pemerintah dalam mengembangkan sektor pariwisata Sumsel untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat Sumatera Selatan,”ungkap Herlan Asfiudin Assaaf atau akrab di sapa Babe Herlan ini
Herlan yang telah memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan pariwisata di provinsi ini mengungkapkan visinya untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata demi memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar kepada masyarakat.
“Tanggal 27 September adalah hari pariwisata dunia yang diperingati oleh seluruh negara, jadi kita gunakan momen hari pariwisata dunia ini untuk mempercepat perkembangan pariwisata khususnya di Sumatera Selatan.
Apalagi dengan adanya momentum kita sekarang ada 7 PJ baru adalah momen kita untuk memberikan masukan, kita harapkan dengan visi ini komitmen untuk membangun pariwisata daerah masing-masing karena potensi pariwisata kita sangat besar, kalau di kelola dengan baik bisa menjadi sumber mata pencaharian rakyat,” jelas Babe.
Dalam upayanya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumsel, Herlan menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah.
“Nah ini yang kita ajak sama-sama karena kita tidak bisa bekerja sendiri, kita libatkan pemerintah tapi pemerintahnya yang juga harus komitmen, yang memang membantu membuat pariwisata maju karena swasta kalau kita bandingkan jauh lebih baik event mereka daripada event-event dari pemerintah yang dibuat dengan anggaran negara hanya 120 event, tetapi swasta mampu membuat ribuan event,”ungkap dia.
Herlan menyebut bahwa artinya pihak swasta lebih komitmen dengan anggaran sendiri yang berusaha untuk menggerakan roda ekonomi.
“Jadi jangka pendeknya yang kita inginkan adalah membuka akses sepuasnya ke Sumsel sehingga banyak wisatawan yang berkenan hadir ke Sumsel asal ada event internasional. Misalnya yang mendesak ini entri poin negara tetangga Singapura, Malaysia.
Jadi jangan kita ke Singapura itu harus melalui Jakarta harus melalui batam kenapa tidak langsung seperti sebelum covid itu sudah terjadi, bukan kita nuntut yang macam macam, tapi kita mau bisa buka lagi akses seperti dulu,”beber dia.
“Sebelum covid, ada 18 penerbangan termasuk daerah sekarang sudah ada nih paling 8 penerbangan. Jadi kalau dulu ke jambi bisa tapi sekarang harus ke Jakarta padahal dari Sumsel ke jambi dekat yang membuat masyarakat mengeluarkan lebih banyak biaya.
Jadi strateginya untuk jangka pendek. Kita minta dulu buka akses sebanyak-banyaknya apalagi ke depannya akses darat kita akan semakin canggih dan gubernur Sumsel saat ini juga sudah cukup bagus untuk membuat terobosan, yang terbaru gubernur Sumsel meresmikan jalan Palembang – Musi rawas yang luar biasa terobosannya yang selama ini harus menempuh waktu yang cukup lama,” tambah dia dengan jelas.
“Artinya banyak potensi yang bisa membuat jarak semakin dekat, ini yang harus dibangun oleh pemerintah, ini yang harus konsentrasi penuh di situ karena meningkatkan ekonomi.
Jangka panjangnya itu kita ingin Palembang ini Dibuat sebagai hak konsumen Sumatera karena lokasinya yang sangat strategis, karena semakin banyak usaha yang terbuka maka semakin banyak menciptakan lapangan pekerjaan baru, maka kita minta pemerintah lebih komitmen di bidang pariwisata,”pungkasnya.













