Menimang Figur Kandidat Jelang Konferensi PWI Kalimantan Barat

  • Bagikan
Figur-figur potensi jadi Ketua PWI Kalbar.

Suaraindo.id – Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Barat sudah habis dan sudah diperpanjang selama dua kali. PWI Kalbar menjadwalkan suksesi pemilihan Ketua melalui Konferensi dihelat pada Maret 2024 mendatang.

Siapa figur yang digadang-gadang bisa memimpin organisasi wartawan yang sudah tua itu. Berikut sosok figur yang potensi dan layak menjadi kandidat Ketua PWI Kalbar.

Gusti Yusri, sosok wartawan senior pernah menjabat Pemred Koran Kapuas Post yang berkarier di PWI pernah manjadi Sekretaris mendampingi almarhum Herry Hanwari dan kini menjabat Ketua PWI Kalbar Periode 2017-2022, ia ditunjuk menggantikan Sidik Pramono.

Salman Busrah, sosok wartawan senior yang masih menjabat Pimpinan di Pontianak Post, saat ini sekretaris PWI Kalbar Periode 2017-2022.

Werry Syahrial, sosok wartawan senior yang juga berkarier lama di PWI, saat ini masih aktif sebagai pengusaha media Harian Berkat Network.

Robi Rolf Korah, figur muda yang sudah malang-melintang disejumlah organasasi sosial ini juga layak memimpin PWI. Saat ini dia sebagai Pemimpin Redaksi Berkatnewstv.com, media online yang sudah terverifikasi Dewan Pers.

Tantra Nur Andi, figur muda selain sebagai pimpinan di Kalbarpost.id, Tantra juga aktif sebagai penulis buku, karier di PWI pernah menjabat Ketua Pokja PWI Kabupaten Sintang Periode 2020-2023. Tantra juga menyandang sertifikasi wartawan utama dari Dewan Pers.

Harry A Daya, wartawan senior yang saat ini masih aktif sebagai Pemimpin Redaksi Suara Pemred. Herry Daya menjadi figur yang dekat dengan kalangan wartawan ini juga digadang-gadang layak menjadi pengurus PWI Kalbar.

Praktisi Komunikasi Kalimantan Barat, Kundori, S.Sos.I, M.Sos diminta tanggapan terkait perkembangan PWI di Kalimantan Barat, mengungkapkan, selama ini PWI adalah organisasi besar berdiri sejak 9 Februari 1946 di Surakarta. Tanggal tersebut juga disebut sebagai Hari Pers Nasional, sehingga perlu terus dikembangkan untuk wadah wartawan.

“Kami berharap PWI terus menjaga marwahnya dan mengikuti perkembangan zaman seperi di era digitalisasi saat ini,” kata Kundori dihubungi pada Sabtu (6/1/2024) siang.

Kundori berharap siapapun pengurus PWI Kalimantan Barat agar bisa menjalankan roda organisasi sesuai aturan yang ada. Bisa menjaga nama baik organisasi dan pastinya berkiblat pada aturan pers melalui Dewan Pers.

“Salah satunya mendorong wartawan agar meningkatkan kompetensi dengan ikut UKW. Tapi dalam UKW juga harus selektif sesuai aturan yang disyaratkan Dewan Pers,” tegas Kundori, alumni Program Komunikasi di STAIN Pontianak dan Magister Ilmu Politik Fisip Untan Pontianak ini.

Terkait menjelang konferensi PWI Kalbar, pastinya figur-figur yang akan maju bisa saling berkomunikasi dan siap mengabdi di organisasi dan berkolaborasi kepada stakeholder yang ada.

“Siapa saja layak untuk menjadi ketua, tidak harus senior. Justru saat ini yang muda-muda juga bisa saja lebih aktif. Kemudian juga para calon harus aktif juga kerja di media, baik sebagai wartawan atau pimpinan media. Apalagi kalau medianya sudah sesuai standar dewan pers, itu lebih baik,” tegas Kundori Founder/CEO Suara Kalbar Network ini.

Sementara itu, Ketua PWI Kalbar Gusti Yusri menjelaskan pelaksanaan konferensi ada keterlambatan yang terjadi karena terkendala urusan administrasi keanggotaan yang kurang lengkap. Saat ini, dari segi keanggotaan sendiri, ada sekitar 120 anggota aktif yang tergabung di PWI Kalbar.

“Kita sudah persiapan untuk konferensi di bulan Maret dan sudah konsultasi dengan PWI pusat, kenapa maret, karena banyak anggota yang registrasi tapi data yang dikirim tidak lengkap. Kurang lebih 120 lah anggota se-Kalimamtan Barat,” ungkap Gusti.

Selain menyusun kepengurusan yang baru, Gusti Yusri juga menyampaikan bahwa pada konferensi nanti, PWI Kalbar akan menyusun program kerja bagi kepengurusan di periode selanjutnya.

“Konferensi di bulan Maret akan ada perombakan kepengurusan, itu agenda utamanya, yang namanya konferensi memilih kepengurusan baru, menyusun program kerja, itu lah umumnya,” ujarnya.

  • Bagikan