Suaraindo.id – Meskipun tahapan pemilihan umum belum dimulai, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kubu Raya mulai mengambil langkah proaktif dengan menjalin koordinasi bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Kubu Raya. Fokus kerja sama ini adalah perencanaan pelaksanaan pendidikan politik bagi pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai upaya meningkatkan literasi politik sejak dini.
Koordinator Divisi Pencegahan Bawaslu Kubu Raya, Gustiar, mengatakan bahwa pendidikan politik kepada pemilih pemula merupakan langkah strategis dalam menciptakan pemilu yang cerdas dan berintegritas.
“Kami menilai pentingnya memberikan pendidikan politik sejak dini, terutama kepada pelajar yang nantinya akan menjadi pemilih pemula. Pengetahuan dasar tentang demokrasi, hak pilih, dan proses pemilu sangat penting untuk membentuk generasi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab,” ujar Gustiar pada Selasa (29/7/2025) siang.
Menurutnya, pelajar SMP merupakan calon pemilih masa depan yang perlu disiapkan secara komprehensif. Pendidikan politik sejak dini tidak hanya menanamkan kesadaran hak dan kewajiban sebagai warga negara, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya demokrasi yang sehat di lingkungan sekolah.
“Dengan pemahaman politik yang benar, mereka akan tumbuh menjadi pemilih yang kritis, tidak mudah terpengaruh hoaks, dan memahami nilai-nilai keadilan dalam berdemokrasi,” jelas Gustiar.
Sementara itu, Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Kubu Raya, Didik Dwi Gunawan, menyambut baik inisiatif Bawaslu. Ia menilai kolaborasi ini sejalan dengan misi pendidikan dalam membentuk karakter dan wawasan kebangsaan generasi muda.
“Kami menyambut baik langkah Bawaslu dalam memberikan edukasi kepada pemilih pemula. Ini sejalan dengan tujuan pendidikan, yakni membentuk karakter, integritas, dan wawasan kebangsaan bagi siswa,” ujar Didik.
Dalam pertemuan koordinasi tersebut, kedua pihak sepakat untuk merancang program pendidikan politik yang aplikatif, menyenangkan, dan berkelanjutan, tanpa membebani kurikulum utama. Kegiatan nantinya dapat dikemas dalam bentuk workshop, seminar, diskusi interaktif, maupun simulasi pemilu di sekolah.
Bawaslu berharap, sinergi antara lembaga pengawas pemilu dan instansi pendidikan ini akan menciptakan ekosistem sekolah yang tidak hanya melek politik, tetapi juga menjadi benteng pertama dalam mencegah praktik politik uang dan politik identitas di masa mendatang.
Program ini direncanakan mulai dijalankan secara bertahap di sejumlah sekolah di Kubu Raya, sebagai bagian dari komitmen menciptakan pemilu yang lebih partisipatif dan berkualitas.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS













