SUARAINDO.ID —– Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Rinjani Squad, porter, dan pemandu melakukan perbaikan jalur pendakian Gunung Rinjani, khususnya dari jalur Pelawangan Sembalun menuju danau segara anak.
Perbaikan tersebut dilakukan menyusul hasil survei yang menemukan 12 titik rawan di jalur pendakian, dengan tiga titik di antaranya dinilai sangat krusial dan menjadi prioritas utama perbaikan.
Kepala Resort TNGR Sembalun, Taofiqurrahman menjelaskan, salah satu titik perbaikan berada di lokasi insiden jatuhnya dua pendaki warga negara asing (WNA) asal Swiss dan Belanda beberapa waktu lalu.
Di titik tersebut, tim memasang tanda-tanda peringatan dan melakukan pembenahan jalur menggunakan besi dan tali.
Dikatakan, dari hasil survei teman-teman yang sering mendaki, ditemukan ada 12 titik rawan. Tiga di antaranya sangat krusial dan menjadi prioritas.
”Perbaikan sudah berjalan selama tiga hari. Harapannya bisa segera selesai, meski untuk estimasi waktunya belum bisa kami pastikan,” ujar Taofiqurrahman, minggu 27 July 2025.
Selain perbaikan jalur, tim juga akan memasang beberaap pelang peringatan, yang bersumber dari DPR RI sebagai bagian dari upaya edukasi dan mitigasi risiko.
Pelang pelang tersebut berisi himbauan, larangan, dan arahan bagi para pendaki.
“Adanya kejadian kecelakaan sebelumnya, kami melihat kembali secara lebih detail titik-titik yang berisiko. Tujuannya agar dapat meminimalkan risiko di lapangan,” tambahnya.
Dalam kegiatan ini, TNGR juga menerjunkan unit Zipur TNI AD dan Kodim Lombok Timur yang masing-masing menurunkan lima personel.
Perbaikan bersifat kolaboratif dan juga terbuka untuk dukungan dari pihak swasta maupun perorangan dalam bentuk donasi.
Tak hanya itu, TNGR juga telah pelatihan untuk para pemandu pendakian, serta menyediakan perlengkapan rescue guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat di jalur pendakian.
“Banyak hal yang sedang kami persiapkan untuk meningkatkan keselamatan, Selain perbaikan jalur, kami juga siapkan pelatihan dan peralatan penyelamatan,” pungkasnya.













