SuaraIndo.id – Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Palembang resmi dilantik untuk masa bakti 2025–2028. Acara pelantikan berlangsung di The Sultan Convention Center, Selasa (19/8/2025).
Peby Anggi Pratama, S.H., M.Kn., yang baru saja dilantik sebagai Ketua BPC HIPMI Palembang, menegaskan komitmennya untuk menghadirkan program-program nyata yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pengusaha muda.
Salah satu program yang telah dijalankan HIPMI Palembang ialah kerja sama dengan Dinas Perdagangan Kota Palembang melalui penyelenggaraan pasar murah dengan subsidi telur hampir 2 ton, serta subsidi pajak belanja masyarakat.
Ke depan, HIPMI berencana memperluas kolaborasi dengan pemerintah kota agar semakin banyak program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Program unggulan kami adalah mengedukasi siswa-siswi sedini mungkin agar berorientasi menjadi pengusaha.
Semakin banyak pengusaha lahir, semakin banyak lapangan kerja tercipta. Efeknya mungkin tidak langsung terasa, tapi akan menjadi investasi positif untuk masa depan,” ujar Peby.
Peby menambahkan, saat ini eksistensi HIPMI Palembang sudah semakin terlihat. Dari yang sebelumnya hanya 60 anggota, kini jumlah pengusaha muda yang bergabung meningkat hingga 146 orang.
Hal ini dinilainya sebagai bukti kebangkitan semangat kewirausahaan di Kota Palembang.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antaranggota dengan semangat saling melengkapi lintas bidang usaha.
“Kalau ada yang ingin belajar tentang laundry, kita bisa belajar dari anggota yang sudah punya usaha laundry. Begitu juga dengan perhotelan, kuliner, dan lainnya. HIPMI ini harus jadi wadah saling merangkul dan tumbuh bersama,” katanya.
Selain itu, Peby berencana menjadikan sekretariat HIPMI sebagai “rumah besar” bagi UMKM dan mahasiswa.
Rencananya, kantor HIPMI akan ditempatkan di PTSP sehingga bisa menjadi pusat konsultasi, pelatihan, hingga bimbingan pengurusan perizinan.
Mengenai pertumbuhan ekonomi Kota Palembang, Peby optimistis HIPMI bisa turut mendorong peningkatan dari angka 5% saat ini menjadi lebih tinggi dalam tiga tahun ke depan.
Ia menekankan perlunya kolaborasi dengan pemerintah, perbankan, BUMN, hingga media massa agar program pemberdayaan bisa berjalan efektif.
“Negara maju rata-rata memiliki minimal 4% wirausaha dari total penduduk. Target kita memang butuh proses, tapi langkah awalnya adalah edukasi sejak dini. Jadi, profesi apapun boleh, tapi sebaiknya juga punya usaha,” ujarnya.
Di akhir, Peby menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan.
“Saya berdiri di sini bukan karena hebat, tapi karena dukungan teman-teman. Semangat mereka luar biasa.
Insya Allah HIPMI Palembang bisa memberi manfaat, bukan hanya berbaris panjang, tapi juga menghadirkan karya nyata,” tutupnya.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS













