Suaraindo.id – Keterbukaan informasi publik di Kalimantan Barat mencatat lonjakan signifikan di era kepemimpinan Gubernur Ria Norsan–Krisantus Kurniawan. Hal ini tercermin dari hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik 2025 yang menunjukkan meningkatnya partisipasi dan kualitas keterbukaan di berbagai badan publik.
Dari 168 badan publik yang menjadi objek Monev dan terbagi dalam enam kategori, sebanyak 87,50% telah melakukan submit. Dari jumlah tersebut, 77 badan publik atau sekitar 45,5% berhasil meraih predikat Informatif, sementara 33 badan publik atau 19% masih berkategori Belum Informatif.
Ketua Komisi Informasi (KI) Kalbar, M. Darussalam, menyebut capaian 2025 sebagai kemajuan besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia menegaskan bahwa konsistensi pelaksanaan Monev sejak 2018—termasuk saat pandemi dan keterbatasan anggaran—menunjukkan komitmen kuat KI Kalbar dalam menjaga transparansi.
“Alhamdulillah, angka ini menunjukkan peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya. Darussalam menambahkan, keterbukaan informasi bukan hanya kewajiban administratif, tetapi bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Minimnya akses informasi, menurutnya, dapat menjadi salah satu penyebab kemiskinan.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Komisi Informasi Pusat, Donny Yoesgiantoro, yang menilai Kalbar sebagai salah satu daerah dengan lompatan kinerja paling signifikan secara nasional dalam dua tahun terakhir. Kalbar berhasil naik dari peringkat 16 Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP) 2023 menjadi peringkat 3 nasional pada 2024.
“Kalbar ini luar biasa. Melonjak dari peringkat 16 ke 3. Artinya, separuh target sudah terlampaui,” tegasnya. Donny mengingatkan agar capaian tersebut tidak menimbulkan rasa puas berlebihan dan meminta seluruh pihak terus menjaga konsistensi kinerja.
Pada Malam Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik Kalbar 2025 yang digelar di Pendopo Gubernur, Kamis malam (14/11/2025), Gubernur Kalbar Ria Norsan turut memberikan apresiasi kepada seluruh badan publik yang telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam pelayanan informasi.
Gubernur menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama dan menjadi bukti bahwa budaya transparansi di Kalbar semakin menguat.
“Peningkatan kualitas keterbukaan ini sejalan dengan tuntutan masyarakat terhadap informasi publik yang semakin tinggi,” ujar Gubernur. Ia juga mendorong setiap badan publik untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan informasi.
“Inovasi bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Masyarakat membutuhkan informasi yang cepat, tepat, efisien, dan akurat,” tambahnya.
Gubernur Norsan memberikan penghargaan khusus kepada KI Kalbar atas konsistensinya dalam melaksanakan Monev setiap tahun, yang dinilai berhasil mendorong percepatan kualitas keterbukaan informasi di seluruh daerah. Peningkatan ini sekaligus menegaskan arah pembangunan Kalbar yang semakin inklusif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.













