Suaraindo.id – Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kota Singkawang, Kalimantan Barat, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus baru yang dikenal sebagai super flu, menyusul informasi bahwa virus tersebut telah terdeteksi di Indonesia.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes KB Kota Singkawang, Hendry Aprianto, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus super flu di wilayah Kota Singkawang.
“Berdasarkan pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), sampai hari ini belum ada laporan kasus super flu di Singkawang. Namun demikian, masyarakat tetap kami imbau untuk waspada,” kata Hendry saat dihubungi, Selasa.
Ia menjelaskan, kewaspadaan perlu ditingkatkan karena Kota Singkawang saat ini memasuki musim pancaroba, yang berpotensi meningkatkan risiko penularan berbagai penyakit menular, khususnya infeksi saluran pernapasan.
Untuk mencegah penularan, Hendry mengimbau masyarakat agar menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta memperbanyak asupan buah dan vitamin.
“Langkah-langkah pencegahan sederhana ini sangat penting, sambil menunggu adanya surat edaran resmi dari Gubernur Kalimantan Barat terkait antisipasi penyakit ini,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar kelompok rentan, seperti ibu hamil, lanjut usia, serta bayi dan balita, lebih memperhatikan kondisi kesehatannya. Khusus untuk bayi dan balita, Hendry menekankan pentingnya imunisasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Selain itu, masyarakat yang mengalami gejala batuk dan pilek disarankan untuk menggunakan masker guna meminimalkan risiko penularan kepada orang lain.
“Penggunaan masker bagi yang sedang sakit merupakan salah satu upaya pencegahan penularan yang efektif,” katanya.
Dinkes KB Singkawang mencatat, gejala super flu umumnya muncul secara tiba-tiba dalam waktu dua hingga tiga hari setelah terpapar virus. Gejalanya menyerupai flu biasa, namun cenderung lebih berat dan berlangsung lebih lama sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi, batuk kering berkepanjangan, sakit kepala, pilek, nyeri otot, pegal-pegal, tubuh terasa sangat lelah, nafsu makan menurun, serta mata terasa nyeri, berair, atau sensitif terhadap cahaya.
Pada anak-anak, gejala yang muncul kerap bersifat umum dan dapat disertai keluhan tambahan, sehingga membutuhkan perhatian lebih dari orang tua.
Dinkes KB Singkawang mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala berat atau kondisi tidak kunjung membaik.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS













