SUARAINDO.ID ——– Kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan di Kabupaten Lombok Timur terus menunjukkan capaian yang tinggi.
Hingga saat ini, jumlah peserta telah mencapai 99,45 persen dari total penduduk atau lebih dari 1,4 juta jiwa.
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Lombok Timur, Ely Widiani, menjelaskan bahwa meskipun cakupan kepesertaan hampir menyeluruh, tingkat keaktifan peserta masih berada pada angka 78,03 persen.
Menurutnya, masyarakat diharapkan tidak menunggu sakit terlebih dahulu, untuk menjadi peserta aktif BPJS Kesehatan.
“Masyarakat perlu memiliki perlindungan kesehatan sejak dini. Jangan sampai baru mendaftar ketika sudah sakit,” ujarnya.
Ely menyebutkan bahwa saat ini, kepesertaan BPJS Kesehatan telah menjadi salah satu persyaratan umum di sejumlah instansi pelayanan publik.
Hal tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mewajibkan seluruh penduduk menjadi peserta JKN sesuai ketentuan undang-undang dan instruksi presiden.
Ely menambahkan, program jaminan kesehatan nasional berjalan dengan prinsip gotong royong, di mana masyarakat saling membantu melalui iuran untuk menjamin pembiayaan layanan kesehatan bagi peserta yang membutuhkan.
Biaya pelayanan kesehatan sangat besar. Misalnya, operasi jantung bisa mencapai sekitar Rp130 juta per orang.
Sementara iuran peserta kelas tiga hanya sekitar Rp42 ribu per bulan, namun untuk membiayai satu kasus operasi tersebut dibutuhkan kontribusi dari sekitar tiga ribu peserta lebih.
Contoh lain, lanjutnya, pasien yang menjalani cuci darah membutuhkan biaya sekitar Rp1 juta setiap kali tindakan. Jika dilakukan hingga delapan kali dalam sebulan, biaya yang diperlukan bisa mencapai Rp8 juta.
Dalam dua bulan terakhir, yakni Januari dan Februari, BPJS Kesehatan Cabang Lombok Timur telah membayarkan klaim layanan kesehatan kepada fasilitas kesehatan sebesar Rp84 miliar.
Pembayaran tersebut mencakup sistem kapitasi untuk fasilitas kesehatan tingkat pertama, serta klaim layanan rumah sakit daerah.
Sementara itu, untuk memastikan pelayanan tetap berjalan selama masa libur Lebaran, BPJS Kesehatan menyediakan layanan informasi dan administrasi melalui layanan digital PANDAWA (Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp).
Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat melakukan pendaftaran, mengecek status kepesertaan, hingga memperoleh berbagai informasi terkait layanan JKN.
BPJS Kesehatan berharap masyarakat semakin sadar, pentingnya perlindungan kesehatan dengan menjaga keaktifan kepesertaan sehingga dapat memperoleh layanan kesehatan yang optimal kapan pun dibutuhkan.
Kepesertaan Capai 99,45 Persen, Masyarakat Diminta Aktif Lindungi Diri Sejak Dini













