SUARAINDO.ID ——- Wakil Bupati Lombok Timur Moh. Edwin Hadiwijaya menghadiri sekaligus membuka kegiatan sosialisasi pencegahan dan penurunan stunting di Masbagik Utara Baru, Sabtu 14 Maret 2026.
Kegiatan tersebut menyasar masyarakat Desa Masbagik Utara Baru, sebagai upaya meningkatkan pemahaman tentang bahaya stunting serta langkah-langkah pencegahannya.
Wabup menyampaikan, keprihatinannya terhadap tingginya angka stunting di Kabupaten Lombok Timur yang saat ini tercatat sebagai yang tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Terdapat tujuh desa di Lombok Timur dengan angka prevalensi stunting di atas 40 persen.
Diantaranya, Sakra Selatan, Kertasari, Kabar, Teros, Sikur Selatan, Penede Gandor, dan Jantuk.
Pencegahan stunting tidak cukup dari pemenuhan gizi saja, tetapi juga harus diperhatikan dari faktor lingkungan sekitar.
Kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini adalah salah satu bentuk intervensi untuk pemenuhan gizi masyarakat.
Selain itu, Wabup juga menyoroti persoalan data penerima bantuan sosial yang saat ini ditentukan berdasarkan data desil dengan 39 kriteria oleh Badan Pusat Statistik.
Wabup meminta para kepala wilayah (kawil) dan masyarakat turut mengawal proses pembaruan data agar bantuan tepat sasaran.
Data ini sangat berpengaruh dan menentukan tepat atau tidaknya sasaran yang akan menerima manfaat.
”Saya minta kita semua kawal bersama, bekerja bersama dan sama-sama bekerja agar bantuan benar-benar sampai kepada yang berhak,” tegasnya.
Wabup juga mengapresiasi inisiatif sosialisasi yang digelar oleh Lalu Hasan Rahman dan berharap kegiatan serupa terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah stunting.
Wabup Sosialisasi Pencegahan Stunting di Tingkat Desa













