Pengurus Dalihan Natolu Tabagsel Asahan Dilantik, Asisten I: Jangan Biarkan Budaya Tinggal Sejarah

  • Bagikan
Pelantikan pengurus lembaga adat dalihan natolu Tapanuli bagian selatan kabupaten Asahan

Suaraindo.id – Adat dikukuhkan, tugas menanti. Pengurus Lembaga Adat Dalihan Natolu Tapanuli Bagian Selatan Kabupaten Asahan periode 2025-2029 resmi dilantik di Rumah Adat Solo Godang Tabagsel, Jalan Nusa Indah, Kelurahan Sei Renggas, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Sabtu, 25/4/2026, pukul 10.00 WIB.

Pelantikan dipimpin Ketua Majelis Hatobangon Drs. Isa Harahap, M.Si. Naskah pelantikan ditandatangani bersama Ketua Umum terpilih Lembaga Adat Dalihan Natolu Tabagsel Asahan. SK dibacakan Sekretaris Hatobangon Ir. H. Ansoruddin Harahap, MP.

Hadir dalam acara Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Asahan M. Azmi Ismail, A.P., M.Si, Ketua Tabagsel Asahan H. Nauli Parlaungan Siregar, S.H, Anggota DPR RI H. Anshori Siregar, Lc, dan Anggota DPRD Sumut Armin Simatupang, S.H.

Mewakili Bupati, Asisten I Azmi Ismail ucapkan selamat ke pengurus baru. Ia tekankan pelantikan bukan seremoni. “Ini konsolidasi. Harus dilanjut kerja nyata sesuai tujuan organisasi,” ujarnya.

Azmi minta Lembaga Adat Dalihan Natolu berkontribusi di sosial, ekonomi, politik, dan budaya. “Jaring aspirasi, tumbuh bersama, dukung program Pemkab,” katanya. Pengurus diminta tingkatkan manajerial dan kualitas SDM. Tujuannya: profesional, berdaya saing, berperan dalam pembangunan.

Soal budaya, Azmi tegas. “Jangan sampai budaya hanya tinggal sejarah. Pertahankan, terutama ke generasi muda. Kebersamaan meski beda pandangan, tujuannya satu: Asahan sejahtera, religius, maju, berkelanjutan.”

Ketua Tabagsel periode 2025-2029 H. Nauli Parlaungan Siregar, S.H ajak bangun organisasi dengan program nyata. Data yang ia kantongi, hampir 17 persen warga Asahan berasal dari Tapanuli Bagian Selatan. “Ini tugas kita menyatukan. Bawa organisasi sampai ke kecamatan,” katanya.

Nauli minta gotong royong dijaga. “Ada kabar duka, hadir. Adat dan budaya tetap dijunjung di tengah zaman maju. Tak bisa seperti di kampung, minimal beri contoh ke generasi depan.”

Ia ajak pengurus kolaborasi dengan Pemkab. “Dorong percepatan pembangunan. Dukung visi misi Asahan. Jadikan pelantikan ini awal baru. Organisasi ini jalan berbuat baik, jadi ladang ibadah,” tutupnya.

Rangkaian acara dibuka pembacaan ayat suci oleh Pardan Alfairuz Simanjuntak, doa oleh Ustadz Dr. Muammar Khadafi Siregar, dan menyanyikan Indonesia Raya. Kegiatan selesai pukul 12.00 WIB dalam keadaan aman dan lancar.

Dari Rumah Adat Solo Godang, pesan yang dibawa jelas: adat hidup kalau berdampak. Bukan hanya di pelaminan, tapi di pembangunan.

Penulis: Rendi braga
  • Bagikan