Pasokan Vanili Menurun Akibat Penyakit Busuk Batang di Lombok Timur ‎

  • Bagikan

SUARAINDO.ID —— Pengepul vanili, Ruslihadi, mengeluhkan menurunnya pasokan vanili dari petani di wilayah Lombok Timur.

Kondisi tersebut dipicu maraknya serangan penyakit busuk batang yang belum ditemukan penanganan efektifnya, sehingga banyak tanaman vanili rusak sebelum masa panen optimal.

‎Ruslihadi menjelaskan, saat ini minat petani untuk menanam vanili juga menurun karena risiko kerusakan tanaman yang tinggi.

“Petani banyak yang mengeluh karena busuk batang ini tidak ada obatnya. Kadang tanaman sudah berbuah, tapi tiba-tiba batangnya membusuk dan akhirnya rusak semua,” ujarnya, Rabu 6 Mei 2026.

‎Rusli menambahkan, kondisi tersebut berdampak langsung pada ketersediaan vanili di tingkat pengepul.

Pasokan yang sebelumnya relatif stabil, kini semakin sulit diperoleh.

“Sekarang ini sulit dapat barang. Informasi dari petani, banyak tanaman yang rusak sebelum panen,” katanya.

‎Dalam proses pembelian, Ruslihadi mengaku tetap membeli vanili langsung dari petani dengan harga menyesuaikan kualitas, baik vanili basah maupun kering.

Namun jumlah yang dihasilkan petani sangat bervariasi, tergantung luas tanam dan kondisi tanaman.

‎“Kalau petani yang tanam banyak, bisa dapat sampai 100 sampai 200 kilogram. Tapi ada juga yang tanam sedikit, hanya dapat 5 kilogram, istilahnya nyicil. Sekarang makin sedikit karena banyak yang rusak,” jelasnya.

‎Akibat kondisi tersebut, sebagian petani bahkan beralih menanam sayuran yang dinilai lebih cepat menghasilkan dan minim risiko kerusakan seperti pada tanaman vanili.

‎Ruslihadi menyebut, vanili kualitas terbaik biasanya diminati pasar ekspor.

‎Sebagian vanili dari Lombok Timur pernah dikirim ke luar negeri, termasuk ke Amerika Serikat dan lainnya, namun hanya untuk produk dengan mutu tinggi.

‎“Kalau kualitas bagus, ada yang ambil untuk luar negeri. Tapi kalau yang biasa, biasanya hanya dijual antar pengepul di dalam negeri,” tuturnya.

‎Rusli berharap ada perhatian dari pihak terkait untuk membantu petani menemukan solusi atas penyakit busuk batang tersebut, agar produksi vanili di Lombok Timur dapat kembali meningkat dan kesejahteraan petani tetap terjaga.

Penulis: nanangEditor: Redaksi
  • Bagikan