Seorang Lansia Ditemukan Warga Sudah Tak Bernyawa di Sungai Remoncok Sanggau

  • Bagikan
Evaluasi Korban

Suaraindo.id – Seorang lanjut usia (lansia) berinisial MJ (83), warga Dusun Parus, Kecamatan Jangkang, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar) ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia di permukaan Sungai Remoncok, Minggu pagi (24/5/2026).

Korban ditemukan mengapung dengan posisi tengkurap di aliran Sungai Remoncok, Dusun Tanggung. Penemuan jasad korban sontak menghebohkan warga sekitar.

Informasi yang dihimpun, penemuan mayat tersebut bermula saat salah seorang saksi, Amrosius Rose (52), berangkat dari rumah sekitar pukul 07.00 WIB untuk mencari korban yang diketahui sudah beberapa hari tidak pulang ke rumah.

Dalam proses pencarian, Amrosius mendapat informasi dari warga mengenai adanya sesosok mayat di Sungai Remoncok. Ia kemudian bergegas menuju lokasi.

Sesampainya di lokasi, saksi melihat korban mengapung di sungai dalam posisi tengkurap. Temuan tersebut kemudian dilaporkan warga ke Polsek Jangkang sekitar pukul 09.30 WIB.

Kapolsek Jangkang, Sukarjo, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihaknya langsung bergerak ke lokasi usai menerima laporan masyarakat.

“Menerima laporan tersebut, saya perintahkan anggota menuju lokasi untuk berkoordinasi dengan tenaga medis dan tokoh masyarakat guna melakukan identifikasi serta evakuasi korban ke Puskesmas,” ujar Kapolsek.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tenaga kesehatan dari Puskesmas Jangkang, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua hari sebelum ditemukan. Petugas juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Selain melakukan evakuasi, polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi terkait kejadian tersebut.

Kapolsek menjelaskan, berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui mengalami demensia atau pikun sehingga sering meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan keluarga.

“Dari hasil pemeriksaan tenaga kesehatan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelas Iptu Sukarjo.

Usai proses identifikasi dan pemeriksaan selesai dilakukan, pihak keluarga menerima musibah tersebut dengan ikhlas dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

Selama proses evakuasi hingga pemakaman, situasi berlangsung aman dan kondusif.

  • Bagikan