Sekda Lotim Ajak Masyarakat Dukung Sensus Ekonomi 2026, Tekankan Kesabaran Petugas Lapangan

  • Bagikan

SUARAINDO.ID ——- Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, Juaini Taofik, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan menerima petugas pendataan secara terbuka dan memberikan informasi yang jujur sesuai kondisi sebenarnya.

‎Hal tersebut disampaikan Juaini saat memberikan arahan terkait persiapan pelaksanaan sensus ekonomi di wilayah Lombok Timur.

‎sekda menegaskan bahwa keberhasilan pendataan sangat bergantung pada kerja sama masyarakat dan kesiapan para petugas statistik di lapangan.

‎Menurutnya, tantangan utama dalam pelaksanaan sensus terletak pada bagaimana petugas mampu membangun komunikasi yang baik dengan warga saat melakukan pendataan dari rumah ke rumah.

‎“Karena itu kami mohon kerja sama semua unsur pemerintah daerah dan masyarakat agar bersedia menerima petugas sensus dengan senang hati ketika mereka datang melakukan pendataan,” ujar Juaini, ahad 21 Juni 2026.

‎Mayoritas masyarakat Lombok Timur yang mencapai sekitar 87 persen berada di wilayah pedesaan.

‎Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi keuntungan tersendiri karena tantangan sosial di desa dinilai tidak seberat masyarakat perkotaan.

‎Meski demikian, Juaini mengingatkan para petugas agar mengedepankan kesabaran dan ketekunan selama menjalankan tugas di lapangan.

‎“Kalau datang ke rumah warga, jangan baru satu atau dua menit langsung pergi. Bisa jadi pemilik rumah sedang memasak atau berada di belakang rumah. Jadi petugas harus sabar,” katanya.

‎Selain itu, Juaini mengungkapkan masih ada persepsi di masyarakat yang mengaitkan pendataan pemerintah dengan bantuan sosial. Padahal, sensus ekonomi murni dilakukan untuk pencatatan data dan tidak berkaitan dengan penyaluran bantuan.

‎Sekda meminta para petugas mampu menjelaskan hal tersebut secara komunikatif tanpa memengaruhi keakuratan data yang disampaikan masyarakat.

‎“Kadang masyarakat berpikir kalau ada pendataan berarti ada bantuan sembako atau bantuan pemerintah lainnya. Padahal ini hanya pendataan. Karena itu petugas harus kreatif menggali informasi agar warga menjawab dengan apa adanya,” jelasnya.

‎Juaini mencontohkan pentingnya kejujuran dalam memberikan data ekonomi rumah tangga.

‎“Kalau memang punya dua ekor sapi ya jawab dua. Jangan malah diganti jawab punya dua kambing. Data harus sesuai kondisi sebenarnya,” tegasnya.

‎Lebih lanjut, ia juga menyoroti tantangan teknis di lapangan, terutama menyesuaikan jadwal warga yang terkadang sedang berada di luar rumah atau tengah menjalankan aktivitas seperti musim panen tembakau.

‎Karena itu, petugas diminta fleksibel dalam mengatur jadwal pendataan dengan mendatangi rumah warga lain apabila responden yang dituju belum berada di tempat.

‎Dengan waktu pelaksanaan sensus yang berlangsung hingga Agustus 2026, Juaini optimistis kegiatan tersebut dapat berjalan lancar apabila seluruh pihak saling mendukung.

‎Ia juga mengajak Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lombok Timur, media lokal, serta berbagai kanal informasi publik untuk membantu menyosialisasikan pentingnya sensus ekonomi kepada masyarakat luas.

‎“Melalui Kominfo, TV daerah, dan seluruh awak media, mari kita viralkan dan saling mengingatkan agar Sensus Ekonomi 2026 benar-benar terlaksana dengan baik dan menghasilkan data yang akurat,” pungkasnya.

Penulis: nanangEditor: Redaksi
  • Bagikan