SUARAINDO.ID -------- Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor Kabupaten Lombok Timur, berkomitmen dalam pengembangan ilmu pengetahuan dengan menggelar diskusi antropologi bertaraf internasional bersama peneliti asal Jepang, Kamis 2 Juny 2026.
Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan lantai tiga rektorat kampus tersebut menghadirkan peneliti antropologi dari Kanazawa University, Saki Tanada, Ph.D.
Wakil Rektor I Bidang Akademik IAI Hamzanwadi Pancor, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, M.MPd. menyampaikan apresiasi atas kehadiran Saki Tanada yang dinilai menjadi bagian penting dalam memperluas wawasan akademik mahasiswa dan civitas kampus.
“Saya selaku wakil rektor menyampaikan ucapan terima kasih dan selamat datang kepada Ibu Saki Tanada, Ph.D., di IAI Hamzanwadi Pancor yang telah memberikan waktu dan ilmunya,” ujarnya.
Kegiatan serupa yang menghadirkan narasumber internasional dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan budaya akademik di lingkungan kampus.
“Mudah-mudahan akan semakin banyak diskusi ilmiah di IAI Hamzanwadi Pancor dalam rangka kolaborasi dan produksi ilmu pengetahuan,” tambahnya.
Dalam pemaparannya, Saki Tanada menjelaskan perjalanan akademiknya sekaligus memaparkan fokus riset antropologi yang selama ini ia lakukan di Pulau Lombok.
Menurutnya, banyak fenomena sosial dan budaya yang dianggap biasa oleh masyarakat, namun memiliki makna mendalam jika dikaji melalui perspektif antropologi.
Salah satu budaya yang menjadi sorotan dalam penelitiannya adalah tradisi "ngidam" pada masyarakat Sasak. Menurut Saki, fenomena tersebut bukan sekadar keinginan ibu hamil terhadap makanan tertentu, melainkan bentuk pengakuan keluarga terhadap keberadaan bayi dalam kandungan sebagai bagian dari keluarga dan masyarakat.
Tradisi tersebut merupakan bentuk perhatian kolektif keluarga terhadap ibu hamil setelah menerima amanah kehidupan dari Tuhan, sekaligus menjadi mekanisme perlindungan sosial yang tumbuh secara budaya.
Selain itu, kajian antropologi yang ia lakukan juga menyoroti tradisi "ketemuk" yakni bentuk interaksi simbolik antara orang yang masih hidup dengan mereka yang telah meninggal. Kajian tersebut menjadi bagian dari disertasi doktoralnya berjudul The Mother-Child Bonding in Pregnancy, Childbirth, and Postnatal: An Ethnographic Study of Birthing among Sasak People in Lombok.
Lebih jauh, Saki Tanada menekankan bahwa penelitian antropologi memiliki peran penting dalam mengubah cara pandang global terhadap kehidupan masyarakat di berbagai negara, khususnya negara berkembang.
Menurutnya, sebelum berbagai penelitian dipublikasikan, masyarakat di negara maju kerap memandang rendah realitas sosial di negara berkembang. Namun setelah makna di balik kehidupan masyarakat diungkap secara ilmiah, penghormatan terhadap keberagaman budaya semakin meningkat.
“Apa yang menjadi realitas kehidupan di tengah kita perlu diangkat secara ilmiah agar dunia lain tahu, sehingga mampu memberikan penghormatan terhadap orang lain,” ungkapnya.
