Karolin Tutup BBGRM ke-23, Ajak Warga Hidupkan Gotong Royong dan Perangi Stunting di Landak

Editor: Admin author photo

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, secara resmi menutup rangkaian kegiatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-23 Tingkat Kabupaten Landak Tahun 2026.
Suaraindo.id – Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong kembali digaungkan Pemerintah Kabupaten Landak melalui penutupan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-23 Tingkat Kabupaten Landak Tahun 2026. Kegiatan yang dipusatkan di halaman SDN 03 Karangan, Desa Tubang Raeng, Kecamatan Jelimpo, Kamis (2/7/2026), ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Landak, Karolin Margret Natasa.

Momentum tersebut tidak hanya menjadi penutup rangkaian kegiatan BBGRM yang telah berlangsung selama sebulan penuh, tetapi juga menjadi ajang mengajak masyarakat menghidupkan kembali budaya gotong royong sebagai fondasi pembangunan desa dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Di hadapan ratusan warga, jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, dan tokoh masyarakat, Karolin menyoroti perubahan pola interaksi masyarakat di era digital. Menurutnya, semangat gotong royong tidak boleh berhenti pada ajakan di media sosial, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata di lingkungan masing-masing.

“Sejak zaman modern ini gotong royongnya hanya di Facebook biasanya. Janji-janji di Facebook nggak ada yang datang. Jadi Ibu, Bapak, sekarang gotong royong kita hidupkan kembali, kita ajak masyarakat bersama-sama, dari kita untuk kita,” ujar Karolin.

Bupati perempuan pertama di Kabupaten Landak itu menegaskan bahwa budaya gotong royong memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama memasuki musim peralihan yang berpotensi meningkatkan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Chikungunya.

Karolin mengingatkan masyarakat agar tidak hanya bergantung pada program fogging dari pemerintah, tetapi turut berperan aktif membersihkan lingkungan dan menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

“Jangan hanya marah-marah sama Kapusnya minta di-fogging, tapi Ibu, Bapak juga tolong bersihkan lingkungan sekitar rumahnya, jangan ada genangan air. Karena kalau sudah hujan biasanya ada air menggenang di bekas botol, bekas ban, atau wadah lainnya yang menjadi tempat nyamuk berkembang biak,” pesannya.

Selain mengangkat isu kebersihan lingkungan, Karolin juga memberikan perhatian khusus terhadap percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Landak.

Ia mengajak para orang tua untuk lebih bijak mengelola pengeluaran rumah tangga dengan mengutamakan kebutuhan gizi anak dibandingkan pengeluaran yang kurang produktif, seperti membeli rokok.

“Kalau bapaknya biasa beli rokok dua bungkus, sebungkus saja sekarang. Uang untuk beli sebungkus rokok lagi beli kacang hijau atau beli telur. Supaya anak-anaknya bisa makan makanan bergizi,” tuturnya.

Menurut Karolin, pemenuhan gizi yang baik sejak dini menjadi investasi penting untuk menciptakan generasi Landak yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, Karolin juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai modal utama menghadapi persaingan sumber daya manusia yang semakin ketat.

Ia berharap seluruh anak di Kabupaten Landak minimal mampu menyelesaikan pendidikan hingga jenjang SMA agar memiliki bekal yang cukup untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

"Pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan anak-anak kita. Dengan pendidikan yang baik, mereka akan memiliki peluang lebih besar untuk bersaing dan meningkatkan kualitas hidup," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Landak, Theresia Lima Wardani, menjelaskan bahwa rangkaian BBGRM ke-23 telah dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan, mulai 4 Juni hingga 2 Juli 2026, dengan pusat kegiatan di Dusun Adong I, Desa Tubang Raeng, Kecamatan Jelimpo.

“Rangkaian pelaksanaan Bulan Bakti Gotong Royong ke-23 Tahun 2026 dilaksanakan kurang lebih satu bulan, yaitu dimulai tanggal 4 Juni 2026 sampai dengan hari ini 2 Juli 2026, dengan pusat kegiatan bertempat di Dusun Adong I, Desa Tubang Raeng, Kecamatan Jelimpo,” jelas Theresia.

Menurutnya, penutupan BBGRM tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga dirangkaikan dengan berbagai pelayanan publik hasil kolaborasi lintas perangkat daerah dan instansi terkait.

Berbagai layanan yang diberikan kepada masyarakat meliputi sunatan massal, pemeriksaan kesehatan gratis, pasar murah, layanan perekaman e-KTP, pembayaran pajak, hingga layanan konsultasi.

“Hari ini juga dilaksanakan berbagai layanan kepada masyarakat sebagai hasil kolaborasi lintas perangkat daerah dan instansi terkait, yaitu pelaksanaan sunatan massal, cek kesehatan gratis, pasar murah, layanan perekaman e-KTP, layanan pembayaran pajak, serta layanan konsultasi,” ungkapnya.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Pemerintah Kabupaten Landak turut membagikan ratusan bibit tanaman buah seperti matoa, alpukat, dan jambu kristal kepada masyarakat. Program tersebut diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus mendorong penghijauan lingkungan.

Melalui BBGRM ke-23, Pemerintah Kabupaten Landak berharap budaya gotong royong tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan semata, tetapi terus tumbuh menjadi karakter masyarakat dalam membangun desa yang bersih, sehat, mandiri, dan sejahtera melalui semangat kebersamaan.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini