Jalan Kepuluk-Batu Tajam Mulai Beraspal, Pembangunan Capai 70 Persen

  • Bagikan
Kasi Datun Kejari Ketapang Dimas Mahendra (kemeja putih) bersama Kabid BM Dinas PUTR Kabupaten Ketapang Rahmad saat meninjau secara langsung pengerjaan ruas Jalan Kepuluk-Batu Tajam, Rabu (2/10/2024). Foto : Suara Kalbar

Suaraindo.id– Ruas jalan Kabupaten Ketapang, tepatnya Kepuluk-Batu Tajam, kini mulai mulus beraspal. Proyek peningkatan infrastruktur jalan sepanjang 12 kilometer ini telah rampung sepanjang 5 kilometer, dengan progres pembangunan yang mencapai 70 persen. Hal ini disampaikan oleh Supervision Engineer PT Bahtra Jasa Konsul Teknik, Rahman Mulia, di lokasi proyek pada Rabu (2/10/2024).

Rahman menjelaskan bahwa tahapan pengaspalan sudah dimulai dari segmen 5, 4, dan 3 yang dimulai dari arah Desa Pengatapan. Saat ini, pengerjaan pengaspalan terus bergerak ke segmen 2 menuju Sungai Kepuluk. Meski sudah memasuki tahap pengaspalan, pelaksana proyek PT Hendra Putra Mandiri masih melanjutkan pengerjaan soil cement, yang diperkirakan selesai dalam dua hari ke depan.

“Masih tersisa sekitar tiga kilometer yang belum disoil cement. Kami targetkan dalam 10 hari ke depan akan selesai. Insya Allah pada bulan November nanti seluruh proyek akan rampung 100 persen,” ujar Rahman optimis.

Proyek ini mendapat pendampingan dan pengawasan ketat dari Kejaksaan Negeri Ketapang, khususnya oleh Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) untuk memastikan tidak ada pelanggaran hukum dalam pelaksanaannya. Kasi Intel Kejari Ketapang, Panter Sinambela, menegaskan bahwa pendampingan ini dilakukan untuk menjaga integritas proyek.

Datun Kejari Ketapang memberikan pendampingan secara ketat agar pelaksana proyek mematuhi aturan yang berlaku,” ungkap Panter pada Kamis (3/10/2024).

Panter juga menekankan bahwa tim pendampingan hanya mendampingi proyek yang tidak terindikasi masalah hukum atau konflik kepentingan. Selain itu, penyedia yang masuk daftar hitam atau terlibat tindak pidana korupsi dari proyek lain tidak akan mendapat pendampingan dari Kejari.

Dalam pemantauan lapangan, ditemukan adanya deviasi minus 1 persen dalam progres pengerjaan. Meski demikian, Panter menyampaikan bahwa hal tersebut masih dalam batas toleransi. Namun, ia mengingatkan agar pelaksana proyek lebih serius dalam bekerja, mengingat deviasi yang diperbolehkan tidak boleh melebihi minus 4 persen untuk bobot pekerjaan yang sudah mencapai 70 persen. Jika deviasi melebihi batas ini, proyek bisa dianggap kritis dan berisiko dikenakan teguran hingga pemutusan kontrak.

Penyedia harus lebih berhati-hati dan mengutamakan kualitas pekerjaan, sambil tetap memperhatikan batas waktu sesuai kontrak,” tambah Panter tegas.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Ketapang, Rahmad, mengingatkan agar kualitas pekerjaan tetap menjadi prioritas, sehingga infrastruktur yang dibangun dapat bertahan lama dan dinikmati oleh masyarakat.

“Panjang efektif yang dibangun adalah 12 kilometer, dari total 33 kilometer ruas Sungai Kepuluk-Batu Tajam. Beberapa segmen yang masih rusak akan diperbaiki di tahap berikutnya,” ujar Rahmad.

Proyek peningkatan ruas Jalan Kepuluk-Batu Tajam menjadi salah satu proyek terbesar pada APBD Kabupaten Ketapang tahun 2024, dengan nilai kontrak mencapai Rp37,2 miliar yang bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH). Proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi mobilitas warga dan pengembangan ekonomi di wilayah tersebut.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Bagikan