Ketapang Rumah Besar Bersama, Bupati Ajak Semua Elemen Bersatu Bangun Daerah

  • Bagikan
Bupati Ketapang bersama mantan bupati dan Sekda Ketapang. (Suaraindo.id/ist)

Suaraindo.id – Pendopo Bupati Ketapang dipenuhi beragam elemen masyarakat pada Jumat (17/4/2026) malam. Momentum silaturahmi dan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah itu menjadi ruang pertemuan strategis antara pemerintah daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh adat, pelaku usaha, hingga masyarakat dari berbagai latar belakang etnis dan budaya.

Suasana kebersamaan terasa sejak awal acara. Para tamu disambut atraksi pencak silat dari IPSI Ketapang dan penampilan tari tradisional yang menggambarkan kekayaan budaya daerah. Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyerahkan santunan kepada anak-anak yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian sosial.

Sejumlah tokoh penting tampak hadir, di antaranya mantan Bupati Ketapang periode 2016-2025, Dermalo Martin Rantan, mantan Sekretaris Daerah H. Andi Jamiruddin dan H. Mansyur, tokoh masyarakat H. Sulianto Harun dan H. Abdulbad, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Iin Solinar, serta para pemuka agama dan pimpinan organisasi adat dan kemasyarakatan.

Keberagaman yang hadir dalam satu forum itu, menurut Bupati, menjadi cerminan nyata Ketapang sebagai “miniatur Indonesia”.

“Ketapang ini milik kita bersama. Kita hidup di Tanah Kayong yang sama, menginjak tanah yang sama dan menghirup udara yang sama. Karena itu, sudah sepatutnya kita bergandengan tangan membangun daerah ini. Ketapang adalah rumah besar bagi kita semua,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak mungkin hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi dan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat.

Bupati mengakui tantangan pembangunan di Ketapang tidak ringan. Dengan wilayah yang hampir setara luasnya dengan Provinsi Jawa Barat, ditambah kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah daerah harus mencari berbagai terobosan agar pembangunan tetap berjalan.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat sinergi dengan dunia usaha. Bupati mengaku telah mengimbau perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Ketapang agar berperan aktif membantu pembangunan daerah, terutama dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran.

“Saya meminta perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal. Kalau masyarakat kita belum siap, maka harus dibina dan dilatih hingga siap bekerja,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyinggung perjuangan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) sebagai salah satu strategi mempercepat pemerataan pembangunan dan pelayanan publik.

Menurut dia, usulan DOB telah mendapatkan dukungan dari DPRD Provinsi Kalimantan Barat dan Gubernur Kalimantan Barat serta telah diajukan kepada pemerintah pusat.

“Kita optimistis. Perjuangan ini memang berat, tetapi tidak boleh berhenti. Kami yakin ke depan akan ada progres dan respons positif dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Bupati kembali mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan dan harmoni yang selama ini menjadi kekuatan utama Ketapang.

“Saya mohon saran dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Karena membangun Ketapang bukan pekerjaan satu orang, melainkan tanggung jawab kita bersama agar daerah ini semakin maju, berkeadilan, dan mandiri,” katanya.

Silaturahmi Idul Fitri itu pun menjadi penegas bahwa di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya, semangat kebersamaan tetap menjadi modal utama untuk membawa Ketapang melangkah menuju masa depan yang lebih baik.

Penulis: Adang HamdanEditor: Mila
  • Bagikan