![]() |
| RAKER. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Melawi melakukan raker dengan Pansus Covid-19 DPRD Melawi. |
Suaraindo.id – Pemerintah Kabupaten Melawi telah memiliki 1.750 alat rapid test untuk pemeriksaan massal dan menyasar keluarga atau orang yang kontak langsung dengan pasien positif Coronavirus Disease atau Covid-19.
“Pelaksanaan rapid test secara massal dengan pola bertahap ini bertujuan untuk membantu dalam penanganan potensi penyebaran Covid-19 di Melawi,” ujar Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Melawi, dr. Ahmad Jawahir, Rabu (29/4/2020).
Dia menjelaskan, rapid test yang ada sekarang juga dilakukan kepada mereka yang faktor resiko berdekatan dengan orang yang kemungkinan terinfeksi Virus Korona yakni seluruh petugas yang bekerja di Posko Covid-19 dengan keluarganya, dengan ketentuan satu minggu setelah bertugas.
“Termasuk petugas kesehatan di puskesmas, PNS, anggota DPRD, pegawai hotel, sopir angkutan umum atau taksi dan berbagai elemen masyarakat lainnya. Kita sudah menyiapkan alat rapid test ini bagi 5.000 orang,” katanya.
Apabila nantinya mereka yang rapid test dinyatakan positif maka selanjutnya akan diuji melalui metode Polymerase Chain Reaction (PCR) yang jauh lebih akurat. “Tentu akan ada pemeriksaan swab tenggorokan,” ujarnya.
Dijelaskannya, seseorang terdiagnosa gejala ringan melalui rapid test, maka dapat melakukan isolasi diri secara mandiri.
“Kesadaran dari kita semua dalam mematuhi imbauan pemerintah, adalah kunci sukses memutus mata rantai penyebaran Covid 19,” katanya mengingatkan.
Sementara itu, Ketua Pansus Covid-19 DPRD Melawi, Kluisen mengaku sangat mendukung langkah pemerintah yang akan melakukan rapid test secara massal. Namun, dia meminta agar sebelum pelaksanaan, petugas medis juga harus sudah siap dengan alat pelindung diri atau APD.
“Tenaga medis juga harus dilindungi APD memadai, agar tidak terpapar dan tidak menularkan ke orang lain saat melakukan rapid test,” harapnya. (Dea/SK)














