Komentar dan Harapan Massa pasca Pelantikan Joe Biden

  • Bagikan
Presiden AS Joe Biden menandatangani perintah eksekutif di Gedung Putih, Kamis 21/1 (Foto: Reuters/Jonathan Ernst)

Tidak ada monitor selebar stadion. Tidak ada massa yang berhimpitan dan bersorak sorai menyaksikan acara pelantikan itu. Hanya sekelompok kecil massa yang hendak melihat apa yang terjadi di jalan.

Presiden Joe Biden mengatakan pemerintahannya akan memvaksinasi 100 juta orang dalam 100 hari pertamanya.

Thèrése Addington datang dari Richmond, Virginia. Ia baru saja pulih dari COVID. “Menurut saya, banyak kekacauan yang harus dia bereskan. Saya tidak yakin dia bisa melakukan semua yang dijanjikan tetapi saya berharap setidaknya dia akan mencoba.”

Presiden baru itu mengusulkan rencana stimulus $1,9 triliun untuk menggerakkan roda ekonomi yang mandek akibat pandemi.

Frank Beal, penasihat keuangan dari North Carolina, mendukung langkah tersebut. “Tidak terhindarkan, kita bagai gali lubang tutup lubang. Pada akhirnya semua akan susah. Tetapi kini ada stimulus untuk tetap menggerakkan ekonomi.”

Mengenai imigrasi, Presiden Biden mengusulkan masa delapan tahun bagi sekitar 11 juta imigran gelap untuk menjadi warga negara. Menanggapi kebijakan ini, Tom Kelly dari Florida khawatir Biden akan memberi amnesti kepada orang-orang yang melanggar hukum. Menurutnya, itu kebijakan yang buruk.

Tetapi Jimmy Ortiz dari Washington, DC berpendapat lain. “Orang-orang yang memberi kita makan, yang memanen tanaman di ladang, bekerja di konstruksi, semua adalah pekerja imigran. Mereka akan membangun negara ini dengan cara yang sama seperti yang telah mereka lakukan sejak negara ini lahir.”

Pengamanan yang belum pernah terjadi terhadap Capitol Hill dipicu oleh serangan terhadap Gedung Kongres Amerika itu dua minggu sebelumnya. Roy Wendell dari Clarksburg, West Virginia, adalah pendukung mantan Presiden Donald Trump. Ia mengungkapkan keprihatinannya.

“Kita melantik presiden baru, sementara sekelompok orang bersenjata berjaga-jaga di jalan. Di belakang mereka terdapat kawat berduri. Pemandangan seperti ini hanya ada di negara lain. Ini bukan Amerika yang kita kenal,” katanya.

Tantangan terbesar Biden kini dimulai. Memulihkan bangsa dari pandemi virus dan pandemi partisan.[ka/jm]

  • Bagikan